Bacaan Bilal Shalat Tarawih, Beserta Jawaban Jamaah dan Urutannya

MataBerita – Bacaan bilal shalat tarawih lengkap kerap dicari umat Muslim menjelang Ramadan, terutama di lingkungan masjid yang menjalankan tarawih 20 rakaat. Tradisi ini tidak

redaksi 2

MataBerita – Bacaan bilal shalat tarawih lengkap kerap dicari umat Muslim menjelang Ramadan, terutama di lingkungan masjid yang menjalankan tarawih 20 rakaat. Tradisi ini tidak hanya berisi seruan bilal, tetapi juga diikuti jawaban jamaah yang dilantunkan bersama sebagai bagian dari rangkaian ibadah malam Ramadan.

Di banyak masjid Indonesia, khususnya kalangan Nahdliyin, shalat tarawih biasanya dilaksanakan dengan formasi 20 rakaat, dua rakaat satu salam. Setiap dua rakaat, bilal akan mengumandangkan seruan tertentu sebagai penanda sekaligus memberi jeda istirahat bagi jamaah.

Artikel ini merangkum bacaan bilal shalat tarawih lengkap beserta jawaban jamaah, fungsi bilal dalam tarawih, hingga dasar pelaksanaan tarawih berjamaah yang merujuk pada praktik di masa Khalifah Umar bin Khattab.

Sejarah Singkat Tarawih Berjamaah 20 Rakaat

Pelaksanaan shalat tarawih berjamaah secara teratur berakar dari kebijakan Khalifah Umar bin Khattab. Dalam riwayat yang tercantum dalam hadis sahih, beliau mengumpulkan umat Islam untuk melaksanakan tarawih di bawah satu imam agar lebih tertib dan khusyuk.

Riwayat dari Abdurrahman bin Abdul Qari’ menyebutkan bahwa Umar bin Khattab melihat umat Islam shalat tarawih terpencar. Ia kemudian mengusulkan agar mereka dikumpulkan dalam satu jamaah dengan satu imam, yaitu Ubay bin Ka’ab. Praktik ini kemudian dikenal luas dan menjadi rujukan hingga sekarang.

Baca Juga:  Bacaan Niat Puasa Ramadhan 2026: Lafadz Arab, Waktu Membaca, dan Penjelasan Lengkap Sesuai Sunnah

Hadis tersebut diriwayatkan dalam kitab sahih karya Shahih Bukhari, yang menegaskan bahwa pengumpulan jamaah tarawih merupakan langkah yang dipandang baik oleh Umar.

Fungsi Bilal dalam Shalat Tarawih

Mengacu pada penjelasan dari NU Online, bilal dalam shalat tarawih memiliki beberapa fungsi utama:

1. Menyeru Jamaah

Bilal memulai setiap dua rakaat dengan seruan agar jamaah melanjutkan shalat tarawih secara berjamaah.

2. Memberi Waktu Istirahat

Setelah beberapa rakaat, bilal melantunkan shalawat atau dzikir sebagai jeda istirahat sebelum rakaat berikutnya.

3. Penanda Rakaat

Bacaan bilal juga menjadi penanda jumlah rakaat yang sudah dikerjakan sehingga jamaah dapat mengikuti dengan tertib.

Tradisi ini sudah lama dipraktikkan di banyak pesantren dan masjid di Indonesia, khususnya yang mengikuti mazhab Syafi’i.

Bacaan Bilal Shalat Tarawih Lengkap

Berikut bacaan bilal shalat tarawih lengkap beserta jawaban jamaah yang umum digunakan di berbagai masjid.

Seruan Awal Bilal

Bilal:
صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيح رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ الله
Shollu sunnatat-tarawihi rak’ataini jami’atan rahimakumullah

Jamaah:
الصَّلَاةُ لَا إِلَهَ إِلَّا الله
Asshalatu laa ilaha illallah

Shalawat kepada Nabi Muhammad

Bilal:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad

Jamaah:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘alaih

Doa Keutamaan dan Rahmat

Bilal:
فَضْلًا مِنَ اللَّهِ تَعَالَى وَنِعْمَةً
Fadhlan minallahi ta’ala wa ni’mah

Jamaah:
وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً
Wa maghfiratan wa rahmah

Dzikir Bersama

Jamaah:
سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا الله وَاللهُ أَكْبَرُ (3x)

Dzikir ini diulang sebagai bagian dari jeda antar rakaat.

Shalawat untuk Khulafaur Rasyidin

Dalam tradisi tertentu, bilal juga melantunkan shalawat dan doa untuk para khalifah:

Abu Bakar Ash-Shiddiq

Bilal:
الْخَلِيفَةُ الأُولَى سَيِّدُنَا أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيق
Jamaah:
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Baca Juga:  Bagaimana Hukum Puasa untuk Musafir, Pekerja Tambang dan Bekam Saat Ramadan? Berikut Penjelasanya

Umar bin Khattab

Bilal:
الْخَلِيفَةُ الثَّانِيَةُ سَيِّدُنَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّاب
Jamaah:
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Utsman bin Affan

Bilal:
الْخَلِيفَةُ الثَّالِثَةُ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّان
Jamaah:
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Ali bin Abi Thalib

Bilal:
الْخَلِيفَةُ الرَّابِعَةُ سَيِّدُنَا عَلِيّ بْنُ أَبِي طَالِب
Jamaah:
كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ

Penutup Tarawih

Menjelang dua rakaat terakhir, bilal kembali menyeru jamaah:

Bilal:
أَخِرُ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ الله
Akhiruttarawihi rak’ataini jami’atan rahimakumullah

Jamaah:
الصَّلَاةُ لَا إِلَهَ إِلَّا الله

Kemudian dilanjutkan dengan shalawat penutup.

Mengapa Tradisi Bilal Tetap Dipertahankan?

Tradisi bilal dalam tarawih bukan sekadar seremonial. Selain membantu menjaga ritme ibadah, bacaan ini juga mempererat kebersamaan jamaah.

Ulama menjelaskan bahwa jeda antar rakaat dengan dzikir dan shalawat memberi kesempatan jamaah beristirahat, sehingga shalat tarawih 20 rakaat tetap dapat dilaksanakan dengan khusyuk. Tradisi ini juga memperkaya suasana spiritual Ramadan di masjid.

Selama pelaksanaannya tidak bertentangan dengan syariat dan tetap menjaga kekhusyukan, praktik ini dipandang sebagai bagian dari khazanah ibadah yang hidup di masyarakat Muslim.

Kesimpulan

Bacaan bilal shalat tarawih lengkap beserta jawaban jamaah merupakan tradisi yang telah lama dipraktikkan di berbagai masjid, terutama dalam pelaksanaan tarawih 20 rakaat. Fungsi bilal tidak hanya sebagai penanda rakaat, tetapi juga membantu menjaga kekompakan dan kekhusyukan jamaah.

Memahami urutan bacaan ini dapat membantu jamaah mengikuti shalat tarawih dengan lebih tertib dan khidmat selama bulan Ramadan.

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138