MataBerita – Bacaan bilal shalat tarawih lengkap kerap dicari umat Muslim menjelang Ramadan, terutama di lingkungan masjid yang menjalankan tarawih 20 rakaat. Tradisi ini tidak hanya berisi seruan bilal, tetapi juga diikuti jawaban jamaah yang dilantunkan bersama sebagai bagian dari rangkaian ibadah malam Ramadan.
Di banyak masjid Indonesia, khususnya kalangan Nahdliyin, shalat tarawih biasanya dilaksanakan dengan formasi 20 rakaat, dua rakaat satu salam. Setiap dua rakaat, bilal akan mengumandangkan seruan tertentu sebagai penanda sekaligus memberi jeda istirahat bagi jamaah.
Artikel ini merangkum bacaan bilal shalat tarawih lengkap beserta jawaban jamaah, fungsi bilal dalam tarawih, hingga dasar pelaksanaan tarawih berjamaah yang merujuk pada praktik di masa Khalifah Umar bin Khattab.
Sejarah Singkat Tarawih Berjamaah 20 Rakaat
Pelaksanaan shalat tarawih berjamaah secara teratur berakar dari kebijakan Khalifah Umar bin Khattab. Dalam riwayat yang tercantum dalam hadis sahih, beliau mengumpulkan umat Islam untuk melaksanakan tarawih di bawah satu imam agar lebih tertib dan khusyuk.
Riwayat dari Abdurrahman bin Abdul Qari’ menyebutkan bahwa Umar bin Khattab melihat umat Islam shalat tarawih terpencar. Ia kemudian mengusulkan agar mereka dikumpulkan dalam satu jamaah dengan satu imam, yaitu Ubay bin Ka’ab. Praktik ini kemudian dikenal luas dan menjadi rujukan hingga sekarang.
Hadis tersebut diriwayatkan dalam kitab sahih karya Shahih Bukhari, yang menegaskan bahwa pengumpulan jamaah tarawih merupakan langkah yang dipandang baik oleh Umar.
Fungsi Bilal dalam Shalat Tarawih
Mengacu pada penjelasan dari NU Online, bilal dalam shalat tarawih memiliki beberapa fungsi utama:
1. Menyeru Jamaah
Bilal memulai setiap dua rakaat dengan seruan agar jamaah melanjutkan shalat tarawih secara berjamaah.
2. Memberi Waktu Istirahat
Setelah beberapa rakaat, bilal melantunkan shalawat atau dzikir sebagai jeda istirahat sebelum rakaat berikutnya.
3. Penanda Rakaat
Bacaan bilal juga menjadi penanda jumlah rakaat yang sudah dikerjakan sehingga jamaah dapat mengikuti dengan tertib.
Tradisi ini sudah lama dipraktikkan di banyak pesantren dan masjid di Indonesia, khususnya yang mengikuti mazhab Syafi’i.
Bacaan Bilal Shalat Tarawih Lengkap
Berikut bacaan bilal shalat tarawih lengkap beserta jawaban jamaah yang umum digunakan di berbagai masjid.
Seruan Awal Bilal
Bilal:
صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيح رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ الله
Shollu sunnatat-tarawihi rak’ataini jami’atan rahimakumullah
Jamaah:
الصَّلَاةُ لَا إِلَهَ إِلَّا الله
Asshalatu laa ilaha illallah
Shalawat kepada Nabi Muhammad
Bilal:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad
Jamaah:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘alaih
Doa Keutamaan dan Rahmat
Bilal:
فَضْلًا مِنَ اللَّهِ تَعَالَى وَنِعْمَةً
Fadhlan minallahi ta’ala wa ni’mah
Jamaah:
وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً
Wa maghfiratan wa rahmah
Dzikir Bersama
Jamaah:
سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا الله وَاللهُ أَكْبَرُ (3x)
Dzikir ini diulang sebagai bagian dari jeda antar rakaat.
Shalawat untuk Khulafaur Rasyidin
Dalam tradisi tertentu, bilal juga melantunkan shalawat dan doa untuk para khalifah:
Abu Bakar Ash-Shiddiq
Bilal:
الْخَلِيفَةُ الأُولَى سَيِّدُنَا أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيق
Jamaah:
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
Umar bin Khattab
Bilal:
الْخَلِيفَةُ الثَّانِيَةُ سَيِّدُنَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّاب
Jamaah:
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
Utsman bin Affan
Bilal:
الْخَلِيفَةُ الثَّالِثَةُ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّان
Jamaah:
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
Ali bin Abi Thalib
Bilal:
الْخَلِيفَةُ الرَّابِعَةُ سَيِّدُنَا عَلِيّ بْنُ أَبِي طَالِب
Jamaah:
كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ
Penutup Tarawih
Menjelang dua rakaat terakhir, bilal kembali menyeru jamaah:
Bilal:
أَخِرُ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ الله
Akhiruttarawihi rak’ataini jami’atan rahimakumullah
Jamaah:
الصَّلَاةُ لَا إِلَهَ إِلَّا الله
Kemudian dilanjutkan dengan shalawat penutup.
Mengapa Tradisi Bilal Tetap Dipertahankan?
Tradisi bilal dalam tarawih bukan sekadar seremonial. Selain membantu menjaga ritme ibadah, bacaan ini juga mempererat kebersamaan jamaah.
Ulama menjelaskan bahwa jeda antar rakaat dengan dzikir dan shalawat memberi kesempatan jamaah beristirahat, sehingga shalat tarawih 20 rakaat tetap dapat dilaksanakan dengan khusyuk. Tradisi ini juga memperkaya suasana spiritual Ramadan di masjid.
Selama pelaksanaannya tidak bertentangan dengan syariat dan tetap menjaga kekhusyukan, praktik ini dipandang sebagai bagian dari khazanah ibadah yang hidup di masyarakat Muslim.
Kesimpulan
Bacaan bilal shalat tarawih lengkap beserta jawaban jamaah merupakan tradisi yang telah lama dipraktikkan di berbagai masjid, terutama dalam pelaksanaan tarawih 20 rakaat. Fungsi bilal tidak hanya sebagai penanda rakaat, tetapi juga membantu menjaga kekompakan dan kekhusyukan jamaah.
Memahami urutan bacaan ini dapat membantu jamaah mengikuti shalat tarawih dengan lebih tertib dan khidmat selama bulan Ramadan.








