MataBerita – Perusahaan asal Amerika Serikat, Strategy (MSTR), kembali mencuri perhatian pasar kripto global. Untuk pekan kedua berturut-turut di Desember 2025, perusahaan ini melakukan aksi borong btc dalam jumlah jumbo dengan memanfaatkan pelemahan harga bitcoin yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Langkah agresif tersebut mempertegas posisi Strategy sebagai salah satu korporasi publik dengan kepemilikan bitcoin terbesar di dunia. Di tengah volatilitas pasar kripto serta kekhawatiran investor soal pendanaan dan potensi dilusi saham, manajemen perusahaan justru menunjukkan keyakinan kuat terhadap prospek jangka panjang btc.
Tak hanya besar dari sisi nilai transaksi, pembelian kali ini juga menjadi sinyal bahwa Strategy masih memandang bitcoin sebagai aset strategis utama dalam neraca keuangannya, meskipun pasar global masih dibayangi ketidakpastian ekonomi dan arah kebijakan moneter.
Strategy Borong 10.645 BTC dalam Sepekan
Strategy kembali mengakuisisi 10.645 BTC dalam pembelian terbarunya. Transaksi tersebut dilakukan pada pekan lalu dan diumumkan ke publik pada Selasa, 16 Desember 2025.
Nilai total pembelian mencapai sekitar US$980,3 juta, dengan harga rata-rata per bitcoin berada di level US$92.098. Aksi ini dilakukan di tengah koreksi harga bitcoin sepanjang Desember, yang dipicu oleh sentimen global dan dinamika pasar keuangan internasional.
Pembelian tersebut menjadi akuisisi mingguan kedua secara berturut-turut dengan nilai mendekati US$1 miliar, sebuah langkah yang terbilang agresif untuk ukuran perusahaan publik.
Memanfaatkan Pelemahan Harga Bitcoin
Dalam beberapa pekan terakhir, harga bitcoin memang mengalami tekanan. Faktor yang memengaruhi antara lain ketidakpastian kebijakan suku bunga global, aksi ambil untung investor institusional, serta perkembangan regulasi kripto di sejumlah negara.
Bagi Strategy, kondisi tersebut justru dipandang sebagai peluang akumulasi btc di harga yang lebih kompetitif dibandingkan level puncaknya.
Total Kepemilikan Bitcoin Strategy Tembus 671.268 BTC
Dengan tambahan pembelian tersebut, total kepemilikan btc Strategy kini mencapai 671.268 BTC. Jumlah ini menempatkan perusahaan tersebut sebagai salah satu pemegang bitcoin korporasi terbesar di dunia.
Secara keseluruhan, Strategy telah mengalokasikan dana sekitar US$50,33 miliar untuk membangun portofolio bitcoin-nya. Dari akumulasi tersebut, harga rata-rata pembelian bitcoin perusahaan tercatat di kisaran US$74.972 per koin.
Bitcoin sebagai Aset Strategis Perusahaan
Manajemen Strategy sejak awal konsisten menyampaikan bahwa bitcoin diposisikan sebagai aset lindung nilai jangka panjang. BTC diperlakukan sebagai strategic treasury reserve asset, bukan sekadar instrumen spekulatif jangka pendek.
Pendekatan ini membuat Strategy berbeda dari banyak perusahaan lain yang masih bersikap konservatif terhadap aset kripto.
Pendanaan dari Penjualan Saham Biasa dan Saham Preferen
Untuk mendanai pembelian bitcoin terbaru, Strategy memanfaatkan hasil penjualan saham biasa (common stock) senilai sekitar US$888,2 juta. Sisa dana diperoleh dari penjualan saham preferen seri STRD.
Langkah ini menimbulkan perhatian pasar karena berpotensi memicu dilusi saham bagi pemegang saham lama. Namun, manajemen tampak menilai bahwa manfaat jangka panjang dari kepemilikan btc lebih besar dibandingkan risiko tersebut.
Risiko Dilusi Saham Jadi Perhatian Investor
Dalam dua pekan terakhir, Strategy terlihat mengesampingkan kekhawatiran terkait dilusi saham. Perusahaan justru memilih menjual saham secara agresif demi mendanai pembelian bitcoin dalam jumlah besar.
Keputusan ini menegaskan keyakinan manajemen bahwa nilai btc dalam jangka panjang akan memberikan imbal hasil yang sepadan bagi pemegang saham.
Akuisisi Jumbo Dua Pekan Berturut-turut Jadi Sorotan
Aksi pembelian bitcoin hampir US$1 miliar selama dua pekan berturut-turut menjadi sorotan pelaku pasar. Pasalnya, dalam beberapa bulan terakhir, pembelian mingguan Strategy cenderung lebih kecil akibat keterbatasan penghimpunan dana.
Lonjakan nilai akuisisi ini menandai perubahan tempo akumulasi yang cukup signifikan dan menunjukkan peningkatan agresivitas perusahaan.
Sinyal Kepercayaan Tinggi terhadap BTC
Sejumlah analis menilai langkah tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan manajemen yang sangat tinggi terhadap prospek btc. Volatilitas harga jangka pendek tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan peluang untuk memperkuat posisi.
Pendekatan ini sejalan dengan pandangan umum bahwa bitcoin memiliki potensi nilai jangka panjang sebagai aset digital dengan pasokan terbatas.
Dampak terhadap Pasar Kripto dan Saham MSTR
Pembelian besar-besaran oleh Strategy berpotensi memberikan sentimen positif bagi pasar kripto. Kehadiran pembeli institusional dengan nilai transaksi besar kerap dianggap sebagai indikator kepercayaan terhadap btc.
Di sisi lain, saham MSTR juga menjadi perhatian karena memiliki korelasi tinggi dengan pergerakan harga bitcoin. Setiap aksi akumulasi btc biasanya turut memengaruhi persepsi investor pasar modal.
Antara Optimisme dan Risiko Konsentrasi Aset
Meski demikian, sebagian pihak mengingatkan risiko konsentrasi aset. Ketergantungan tinggi terhadap btc membuat kinerja keuangan Strategy sangat sensitif terhadap fluktuasi harga kripto.
Jika harga bitcoin mengalami koreksi tajam dalam jangka panjang, hal tersebut berpotensi menekan valuasi perusahaan.
Kesimpulan
Dengan tambahan pembelian 10.645 BTC senilai hampir US$1 miliar, Strategy kembali menegaskan posisinya sebagai raksasa btc di kalangan perusahaan publik.
Total kepemilikan yang kini mencapai 671.268 BTC mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap bitcoin, meskipun harus menghadapi risiko dilusi saham dan volatilitas pasar. Langkah Strategy akan terus menjadi barometer penting bagi arah adopsi institusional btc di pasar global.








