MataBerita – Bantuan sosial (bansos) masih menjadi salah satu instrumen penting pemerintah untuk menjaga daya beli dan melindungi kelompok rentan. Agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran, pemerintah kini mengandalkan satu sistem data terintegrasi bernama Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Melalui DTSEN, proses Cek Bansos Kemensos menjadi jauh lebih transparan. Masyarakat bisa mengetahui apakah namanya terdaftar sebagai penerima bantuan, termasuk jenis bansos yang berhak diterima berdasarkan kategori kesejahteraan nasional.
Lantas, apa sebenarnya DTSEN, bagaimana pembagian desil penerima bansos, serta bagaimana cara cek status bansos hanya lewat HP? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu DTSEN?
DTSEN merupakan sistem pendataan nasional yang mengintegrasikan data sosial, ekonomi, dan demografi masyarakat Indonesia. Sistem ini menjadi rujukan utama pemerintah dalam menentukan sasaran program bantuan sosial agar lebih akurat dan adil.
Berbeda dengan sistem pendataan lama yang tersebar di berbagai instansi, DTSEN menyatukan seluruh informasi ke dalam satu basis data nasional. Tujuannya adalah meminimalkan kesalahan penyaluran bantuan, data ganda, hingga penerima yang sebenarnya tidak lagi berhak.
Kementerian Sosial (Kemensos) menetapkan DTSEN sebagai dasar penyaluran berbagai program bantuan, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BLT Kesra, Program Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), serta berbagai bantuan sosial lainnya.
Peran NIK dalam DTSEN
Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi kunci utama dalam sistem DTSEN. Seluruh proses verifikasi penerima bansos dilakukan berdasarkan NIK yang terhubung dengan data kependudukan nasional.
Menurut Kemensos, pengecekan NIK di DTSEN bertujuan memastikan bantuan hanya diterima oleh masyarakat yang benar-benar memenuhi syarat. Jika kondisi ekonomi keluarga berubah, masyarakat dianjurkan segera memperbarui data melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat.
Kategori Desil dalam DTSEN
Dalam DTSEN, masyarakat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori desil yang menggambarkan tingkat kesejahteraan nasional.
Desil 1 merupakan keluarga sangat miskin yang berada di 10 persen terbawah tingkat kesejahteraan nasional. Desil 2 adalah keluarga miskin yang masih membutuhkan perlindungan penuh dari negara. Desil 3 mencakup keluarga hampir miskin yang rentan jatuh miskin saat terjadi krisis.
Sementara itu, Desil 4 adalah kelompok rentan miskin yang masih masuk 40 persen kelompok ekonomi terbawah nasional. Desil 5 diisi masyarakat dengan kondisi ekonomi pas-pasan. Adapun Desil 6 hingga 10 merupakan kelompok menengah ke atas yang umumnya tidak menjadi prioritas penerima bansos.
Jenis Bansos Berdasarkan Desil
Pembagian desil sangat memengaruhi jenis bantuan yang diterima masyarakat.
Desil 1 sampai Desil 4 berhak menerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang mencakup bantuan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
Desil 1 hingga Desil 5 dapat memperoleh BPNT, PBI-JK, Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi), serta bansos Kemensos lainnya sesuai kebijakan yang berlaku.
Sementara itu, kelompok Desil 6 hingga 10 tidak menjadi prioritas penerima bansos kecuali dalam kondisi tertentu seperti bencana atau kebijakan khusus pemerintah.
Cara Akses DTSEN Secara Online
Untuk mengecek data di DTSEN, masyarakat perlu menyiapkan NIK KTP, nomor Kartu Keluarga, tanggal lahir, dan nomor ponsel aktif.
Langkah-langkahnya dimulai dengan mengunjungi situs resmi DTSEN, lalu memasukkan NIK dan nomor KK sesuai data kependudukan. Setelah itu, pengguna diminta mengisi data tambahan dan melakukan verifikasi melalui kode OTP yang dikirim via SMS.
Jika proses berhasil, masyarakat dapat melihat status data sosial ekonominya, termasuk kategori desil yang tercatat.
Cek Bansos Kemensos Lewat Website Resmi
Salah satu cara paling mudah untuk Cek Bansos Kemensos adalah melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.
Pengguna cukup memilih wilayah sesuai KTP, memasukkan nama lengkap, mengisi kode verifikasi, lalu menekan tombol Cari Data. Sistem akan menampilkan status penerima bansos, jenis bantuan yang didapat, serta periode pencairan.
Cek Bansos Lewat Aplikasi Cek Bansos
Selain website, Kemensos juga menyediakan aplikasi resmi Cek Bansos yang bisa diunduh melalui Google Play Store dan App Store.
Setelah masuk ke aplikasi, pengguna dapat memilih menu Cek Bansos, mengisi data wilayah dan nama lengkap sesuai KTP, kemudian mencari data. Jika terdaftar, informasi bantuan akan muncul secara lengkap.
Alasan Status Bansos Bisa Berubah
Status penerimaan bansos dapat berubah sewaktu-waktu. Hal ini bisa disebabkan oleh perubahan kondisi ekonomi keluarga, pembaruan data kependudukan, hasil verifikasi lapangan, atau penyesuaian kebijakan pemerintah.
Karena itu, masyarakat disarankan rutin melakukan Cek Bansos Kemensos agar selalu mendapatkan informasi terbaru.
Penutup
Penerapan DTSEN diharapkan mampu meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial di Indonesia. Dengan memahami cara cek bansos dan pembagian desil, masyarakat bisa lebih proaktif memastikan haknya terpenuhi sesuai ketentuan.
Jika belum pernah mengecek status bantuan sosial, kini prosesnya jauh lebih mudah dan bisa dilakukan secara online hanya dalam hitungan menit.








