Bhayangkara FC vs Dewa United: Kartu Merah Rafael Struick Warnai Kemenangan Telak The Guardians

MataBerita.co.id – Laga panas mewarnai pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 yang mempertemukan Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Dewa United Banten FC. Pertandingan yang digelar

Penulis Mata Berita

MataBerita.co.id – Laga panas mewarnai pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 yang mempertemukan Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Dewa United Banten FC.

Pertandingan yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada Senin (5/1/2026) sore WIB ini berakhir dengan skor mencolok bagi kemenangan tuan rumah.

The Guardians, julukan Bhayangkara FC, sukses membungkam tamunya dengan skor akhir 3-1. Kemenangan ini menjadi angin segar bagi skuad asuhan Paul Munster setelah hasil minor di beberapa laga sebelumnya.

Namun, sorotan utama dalam laga Bhayangkara FC vs Dewa United ini bukan hanya pada skor akhir, melainkan insiden dramatis yang melibatkan bintang Timnas Indonesia, Rafael Struick.

Penyerang andalan Dewa United tersebut harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu merah langsung di awal babak kedua.

Keluarnya Struick menjadi titik balik permainan. Dewa United yang sempat mengimbangi permainan tuan rumah, akhirnya kewalahan meladeni serangan balik cepat Bhayangkara yang dipimpin oleh Matias Mier.

Hasil ini sekaligus memutus dominasi head-to-head Dewa United yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam empat pertemuan terakhir melawan Bhayangkara FC.

Jalannya Pertandingan Babak Pertama

Sejak peluit kick-off dibunyikan wasit, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka. Bhayangkara FC yang bermain di hadapan publik Lampung tampil menekan sejak menit awal.

Dewa United, yang mengandalkan trio lini depan Egy Maulana Vikri, Taisei Marukawa, dan Rafael Struick, mencoba mencuri gol lewat serangan balik cepat.

Peluang emas pertama didapat tuan rumah pada menit ke-15. Tembakan keras Matias Mier dari luar kotak penalti masih mampu ditepis oleh kiper Dewa United, Sonny Stevens.

Tim tamu merespons pada menit ke-25. Rafael Struick melakukan aksi individu menawan melewati dua bek Bhayangkara, namun penyelesaian akhirnya masih menyamping tipis di sisi gawang.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-38. Junior Brandao berhasil membawa Bhayangkara unggul 1-0 setelah memanfaatkan umpan silang akurat dari sisi kanan.

Skor 1-0 untuk keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung FC bertahan hingga turun minum, meski Dewa United sempat melancarkan beberapa tekanan berbahaya di akhir babak pertama.

Petaka Kartu Merah Rafael Struick

Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat drastis. Dewa United berusaha keras untuk menyamakan kedudukan dengan meningkatkan intensitas serangan.

Namun, petaka justru menghampiri skuad Tangsel Warriors pada menit ke-52. Rafael Struick terlibat insiden dengan bek Bhayangkara saat perebutan bola di lini tengah.

Baca Juga:  Link Live Streaming Bali United Vs Dewa United di Super League 2025-2026

Wasit yang memimpin laga awalnya hanya memberikan kartu kuning. Namun, setelah meninjau VAR (Video Assistant Referee), keputusan tersebut diubah menjadi kartu merah langsung.

“Berdasarkan tinjauan VAR, terdapat gerakan tambahan yang dinilai membahayakan lawan. Keputusan wasit sudah sesuai dengan regulasi Liga 1 2025/2026 pasal 48 tentang pelanggaran serius,” sebut pengamat wasit nasional dalam kutipan wawancara pasca laga di kanal YouTube resmi Liga Indonesia Baru.

Kehilangan Rafael Struick menjadi pukulan telak bagi mental para pemain Dewa United. Pelatih Jan Olde Riekerink tampak protes keras di pinggir lapangan, namun keputusan wasit sudah bulat.

Bermain dengan 10 orang membuat keseimbangan tim tamu goyah. Celah di lini pertahanan Dewa United mulai terbuka lebar dan dimanfaatkan dengan baik oleh tuan rumah.

Dominasi The Guardians dan Pesta Gol

Unggul jumlah pemain membuat Bhayangkara FC semakin leluasa menguasai lini tengah. Matias Mier menjadi motor serangan yang sulit dihentikan oleh gelandang bertahan Dewa United.

Pada menit ke-65, Bhayangkara menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Kali ini Dendy Sulistyawan mencatatkan namanya di papan skor lewat skema serangan balik cepat.

Dewa United sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 pada menit ke-78 melalui tendangan penalti Alexis Messidoro, menyusul handball di kotak terlarang.

Namun, harapan Dewa United untuk menyamakan kedudukan pupus di masa injury time. Bhayangkara FC mengunci kemenangan 3-1 lewat gol penutup yang dicetak oleh pemain pengganti.

Gol ketiga ini tercipta berkat kejelian lini tengah Bhayangkara melihat posisi kiper Sonny Stevens yang sudah terlalu maju saat mencoba membantu serangan di menit akhir.

Analisis Statistik: Efektivitas Bhayangkara FC

Kemenangan Bhayangkara FC tidak lepas dari efektivitas mereka dalam memanfaatkan peluang, terutama setelah Dewa United bermain dengan 10 orang.

Berikut adalah statistik ringkas pertandingan Bhayangkara FC vs Dewa United berdasarkan data dari Lapangbola:

StatistikBhayangkara FCDewa United
Penguasaan Bola58%42%
Total Tembakan148
Tembakan ke Gawang83
Pelanggaran1215
Kartu Kuning23
Kartu Merah01
Sepak Pojok64

Tabel di atas menunjukkan bahwa meskipun Dewa United berusaha mengimbangi, hilangnya satu pemain membuat mereka kalah dominan dalam penguasaan bola dan kreasi peluang.

Komentar Pelatih Pasca Laga

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, tidak bisa menyembunyikan rasa puasnya. Kemenangan ini sangat krusial untuk mengangkat posisi timnya dari papan tengah klasemen.

“Para pemain menunjukkan karakter yang luar biasa hari ini. Kami tetap fokus meski lawan sempat menekan. Kartu merah memang mengubah laga, tapi kami pantas menang karena disiplin taktik,” ujar Munster dikutip dari laman resmi klub.

Di sisi lain, kekecewaan mendalam dirasakan kubu Dewa United. Jan Olde Riekerink menyoroti keputusan wasit yang dinilai terlalu keras terhadap Rafael Struick.

Baca Juga:  Hasil Pertandingan Bhayangkara FC vs Borneo FC 1-2: Pesut Etam Comeback dan Tempel Persib di Papan Klasemen

“Kami memulai babak kedua dengan rencana yang jelas, tapi kartu merah itu merusak segalanya. Sulit bermain melawan tim sekuat Bhayangkara dengan 10 pemain,” ungkap pelatih asal Belanda tersebut dalam konferensi pers.

Media sosial resmi Dewa United pun dibanjiri komentar suporter yang menyayangkan insiden tersebut, namun tetap memberikan dukungan agar tim segera bangkit di laga selanjutnya.

Dampak Hasil Pertandingan pada Klasemen

Hasil laga Bhayangkara FC vs Dewa United ini memberikan perubahan signifikan pada papan klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.

Bhayangkara Presisi Lampung FC kini naik ke peringkat 9 dengan koleksi 22 poin, menjauh dari zona merah dan mulai menatap persaingan papan tengah.

Sementara itu, Dewa United tertahan di posisi ke-14 dengan 17 poin. Posisi ini cukup rawan karena hanya terpaut beberapa poin dari zona degradasi yang dihuni Semen Padang dan Persis Solo.

Kekalahan ini juga menjadi peringatan bagi Dewa United untuk segera memperbaiki disiplin pemain, mengingat persaingan di putaran kedua Liga 1 akan semakin ketat.

Profil Pemain Kunci: Rafael Struick dan Tantangan di Liga 1

Kehadiran Rafael Struick di Liga 1 musim 2025/2026 memang menjadi magnet tersendiri. Didatangkan Dewa United pada Juli 2025, ia diharapkan menjadi ikon baru kompetisi.

Pemain yang akrab disapa “Rafa” ini sebenarnya tampil impresif di awal musim dengan beberapa gol dan assist. Namun, adaptasi dengan gaya permainan keras Liga Indonesia masih menjadi tantangan.

Kartu merah yang diterimanya melawan Bhayangkara menjadi pelajaran berharga. Sebagai pemain Timnas, ketenangannya sangat dibutuhkan tim, terutama dalam laga-laga krusial.

Insiden ini diprediksi akan membuat Struick absen dalam dua hingga tiga pertandingan ke depan, tergantung keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Sejarah Pertemuan (Head to Head)

Sebelum laga ini, Dewa United sebenarnya memiliki rekor yang lebih baik saat bertemu Bhayangkara FC. Namun, sejarah baru tercipta di Lampung.

Berikut adalah 5 pertemuan terakhir kedua tim:

  1. 05 Jan 2026: Bhayangkara FC 3-1 Dewa United (Super League)
  2. 16 Mar 2024: Bhayangkara FC 2-3 Dewa United
  3. 15 Sep 2023: Dewa United 2-2 Bhayangkara FC
  4. 28 Jan 2023: Bhayangkara FC 1-1 Dewa United
  5. 14 Agu 2022: Dewa United 2-0 Bhayangkara FC

Kemenangan ini menjadi kemenangan kedua Bhayangkara atas Dewa United dalam sejarah pertemuan mereka di era Liga 1, sekaligus mematahkan tren negatif.

Jadwal Pertandingan Selanjutnya

Setelah laga berat ini, kedua tim harus segera move on dan mempersiapkan diri untuk pekan ke-17. Jadwal padat Super League menuntut pemulihan fisik yang cepat.

Bhayangkara Presisi Lampung FC dijadwalkan akan bertandang ke markas PSBS Biak pada Senin, 12 Januari 2026. Ini menjadi ujian konsistensi bagi The Guardians.

Sementara itu, Dewa United harus menghadapi laga sulit lainnya tanpa Rafael Struick. Mereka akan menjamu tim kuat Borneo FC di kandang pada jadwal yang sama.

Apakah The Guardians mampu melanjutkan tren positif ini? Dan mampukah Dewa United bangkit tanpa bintang utamanya? Kita nantikan aksi mereka selanjutnya.

Ingin mendapatkan update terbaru seputar hasil pertandingan dan klasemen Liga 1? Simak terus beritanya hanya di sini!

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138