MataBerita.co.id – Stadion Olimpico menjadi saksi bisu keajaiban yang diciptakan oleh tim “milik Indonesia”, Como 1907, dalam laga panas lazio vs como di lanjutan Serie A. Dominasi total Nico Paz dan kawan-kawan berhasil membuat pendukung tuan rumah terdiam setelah Lazio dilumat dengan skor telak 0-3. Kemenangan fantastis ini membawa angin segar bagi persaingan di papan atas klasemen sementara musim 2025/2026.
Melansir laporan dari Clarin, pemain muda sensasional Nico Paz menjadi bintang utama dengan torehan dua gol meskipun sempat gagal mengeksekusi penalti. Kemenangan bersejarah ini membawa Como merangsek ke posisi enam besar klasemen sementara Serie A. Performa kolektif tim asuhan Cesc Fabregas ini benar-benar mematikan strategi high pressing yang biasanya diandalkan oleh kubu tuan rumah.
Poin Penting Pertandingan:
- Como mencetak gol cepat melalui Martin Baturina di menit kedua yang merusak mental bertanding Lazio.
- Nico Paz mencetak brace (dua gol) dan menunjukkan kelasnya sebagai salah satu talenta terbaik liga saat ini.
- Lazio gagal memberikan perlawanan berarti dan harus rela turun ke peringkat sembilan klasemen.
Kronologi Pembantaian di Ibu Kota
Pertandingan baru berjalan dua menit ketika Martin Baturina mengejutkan publik Roma dengan tembakan akurat dari tepi kotak penalti. Gol kilat ini bermula dari umpan matang Alex Valle yang gagal diantisipasi dengan baik oleh barisan pertahanan Lazio. Keunggulan cepat ini memberikan kepercayaan diri tinggi bagi para pemain tim tamu untuk mengontrol ritme permainan sepanjang babak pertama.
Menurut catatan Football Italia, Lazio sebenarnya mencoba untuk bangkit melalui penguasaan bola yang dipimpin oleh Mattia Zaccagni. Namun, rapatnya barisan pertahanan Como yang dipimpin Diego Carlos membuat setiap serangan tuan rumah berakhir sia-sia sebelum masuk kotak penalti. Efisiensi transisi dari bertahan ke menyerang menjadi kunci utama mengapa tim tamu sangat dominan dalam laga ini.
Memasuki menit ke-24, Nico Paz memperlebar keunggulan setelah memanfaatkan bola muntah di depan gawang Ivan Provedel. Pemain internasional Argentina tersebut menunjukkan insting predator dengan melepaskan tembakan rendah yang merobek jala gawang lawan untuk kedua kalinya. Lazio tampak semakin frustrasi karena skema serangan balik mereka selalu dipatahkan oleh lini tengah Como yang solid.
Drama sempat terjadi pada menit ke-35 ketika wasit memberikan hadiah penalti untuk Como setelah pelanggaran Kenneth Taylor. Sayangnya, eksekusi Nico Paz berhasil ditepis dengan gemilang oleh Ivan Provedel yang menebak arah bola dengan sangat tepat. Skor tetap bertahan 0-2 hingga turun minum, meski tekanan dari tim tamu tidak mengendur sedikit pun.
Melansir CNN Indonesia, babak kedua baru berjalan empat menit saat Nico Paz mencetak gol keduanya melalui sebuah “masterpiece”. Tendangan melengkung dari luar kotak penalti meluncur deras ke pojok atas gawang Lazio tanpa mampu dijangkau oleh kiper manapun. Gol tersebut seolah menjadi penutup harapan bagi Biancocelesti untuk mencuri poin di kandang sendiri.
“Nico Paz mengendalikan tempo, sangat menentukan dalam serangan, dan membuat perbedaan besar di papan skor,” tulis laporan OneFootball mengenai performa sang pemain.
Fakta Viral Performa Nico Paz
Banyak penggemar sepak bola mulai membandingkan gaya main Nico Paz dengan legenda-legenda besar sepak bola Argentina masa lalu. Visi bermainnya yang luas dan kemampuan kaki kirinya yang mematikan seringkali disebut-sebut mirip dengan gaya permainan Lionel Messi muda. Hal ini memicu perbincangan hangat di media sosial mengenai masa depannya di kancah sepak bola Eropa.
Paz sendiri mengaku sangat senang dengan perkembangannya di Italia dan merasa lingkungan di Como sangat mendukung pertumbuhannya. Ia tidak menyesal meninggalkan Real Madrid demi mendapatkan menit bermain reguler yang kini telah melambungkan namanya ke jajaran elit pemain dunia. Konsistensinya dalam mencetak gol dan assist menjadi bukti bahwa ia telah dewasa secara permainan.
Melansir Harian Disway, performa gemilang Paz juga memberikan dampak positif bagi popularitas Como 1907 di mata penggemar sepak bola internasional. Banyak pengamat memuji kebijakan transfer cerdas klub yang fokus pada pemain muda berbakat namun memiliki jam terbang tinggi di level akademi top. Kini, Como bukan lagi sekadar tim promosi, melainkan ancaman nyata bagi klub besar lainnya.
Kesimpulan
Kemenangan telak 0-3 dalam laga lazio vs como membuktikan bahwa strategi transfer dan taktik Cesc Fabregas telah membuahkan hasil yang sangat solid. Nico Paz tampil sebagai pahlawan kemenangan yang memastikan Como tetap berada di jalur persaingan menuju kompetisi Eropa musim depan.








