MataBerita.co.id – Impian jutaan penggemar sepak bola untuk menyaksikan langsung turnamen terbesar di dunia sempat terancam pupus akibat isu harga tiket yang melambung tinggi. Penyebab harga tiket Piala Dunia turun kini menjadi topik hangat setelah FIFA secara resmi merespons gelombang protes dari suporter berbagai negara.
Melansir laporan dari RRI.CO.ID, tekanan publik yang masif memaksa federasi sepak bola dunia tersebut untuk meninjau ulang struktur harga mereka. FIFA kini menyatakan kesiapannya untuk melakukan penurunan harga tiket, khususnya untuk fase-fase awal turnamen yang sangat dinantikan.
Poin Penting Perubahan Kebijakan FIFA:
- Respons Terhadap Kritik: Protes keras suporter memaksa FIFA memangkas harga tiket fase grup.
- Struktur Harga Baru: Tiket diturunkan menjadi 120 USD, dengan alokasi khusus seharga 60 USD.
- Jaminan Pengembalian Dana: Pemegang tiket akan mendapatkan refund jika harga turun di kemudian hari.
Gelombang Protes Mengubah Angka Fantastis
Awalnya, angka yang dipatok untuk menyaksikan laga di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini dinilai sangat tidak masuk akal bagi kantong suporter biasa. Berdasarkan data yang dikutip dari laporan ESPN, FIFA sebelumnya menetapkan rentang harga yang cukup mengejutkan.
Tiket pertandingan awalnya dibanderol mulai dari 180 USD (sekitar Rp 3 juta) hingga 700 USD (sekitar Rp 11,8 juta). Yang paling mencengangkan adalah harga untuk laga final yang mencapai angka yang sangat fantastis.
“Untuk laga final yang menjadi puncak turnamen, harga berada di level fantastis, yakni 4.185 USD (sekitar Rp 70 juta) sampai 8.680 USD (sekitar Rp 146 juta).”
Angka-angka tersebutlah yang menjadi pemicu utama kemarahan publik sepak bola global. Suporter menilai gelaran pesta rakyat ini terancam berubah menjadi acara yang terlalu elitis dan sulit dijangkau.
Menjawab keresahan tersebut, FIFA akhirnya mengumumkan rencana penurunan harga tiket fase grup ke angka 120 USD. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk meredam kekhawatiran suporter bahwa sepak bola semakin menjauh dari akarnya.
Kebijakan “Refund” dan Alokasi Khusus
Selain penurunan harga dasar, terdapat kebijakan menarik lainnya yang berpihak pada penonton. FIFA menyediakan alokasi tiket khusus bagi federasi setiap negara peserta dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Tiket khusus ini memungkinkan suporter mendapatkan akses mulai dari 60 USD saja. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk respons positif terhadap aspirasi suporter yang ingin mendukung negara mereka secara langsung.
Dalam proses penjualan, FIFA menerapkan sistem harga dinamis, di mana harga bisa lebih murah di awal dan naik menjelang hari pertandingan. Namun, ada satu jaminan keamanan transaksi yang sangat menguntungkan pembeli.
“FIFA menjamin bahwa pemegang tiket yang sudah membeli namun mendapati harga turun di kemudian hari dapat menerima pengembalian dana (refund).”
Fakta dan Jadwal Penjualan Tiket 2026
Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan ke Amerika Utara pada tahun 2026, memahami jadwal penjualan adalah hal krusial. Sistem penjualan tiket dibagi ke dalam beberapa fase ketat untuk memastikan pemerataan kesempatan.
Berikut adalah tahapan penting penjualan tiket yang perlu Anda catat:
- Pre-sale & Early Ticket Draw: Dimulai pada tanggal 26 Oktober 2025.
- Final Draw: Dilaksanakan pada bulan Desember 2025.
- Random Selection Draw: Dilakukan pada pertengahan Desember 2025.
- Fase “Siapa Cepat Dia Dapat”: Tiket tersisa akan dijual dengan sistem ini memasuki awal tahun 2026.
Turnamen ini sendiri akan bergulir mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di 16 stadion yang tersebar di tiga negara tuan rumah. Antusiasme publik terbukti sangat tinggi, di mana FIFA mengklaim sudah ada 20 juta permintaan tiket yang masuk ke dalam sistem mereka sejauh ini.
Menurut seorang pejabat FIFA, organisasi tersebut berkomitmen mendengarkan setiap keluhan dan masukan. Keuntungan penjualan tiket ini nantinya akan disalurkan kembali untuk pengembangan sepak bola pria, wanita, dan remaja di seluruh 211 Asosiasi Anggota.
Kesimpulan
Penyebab harga tiket Piala Dunia turun murni disebabkan oleh kekuatan suara suporter yang bersatu menolak komersialisasi berlebihan. Dengan asumsi kurs 1 USD setara Rp 16.890, revisi harga ini diharapkan mampu membuka akses lebih luas bagi pecinta sepak bola sejati.








