MataBerita.co.id – Hasil Persik vs Persib Bandung pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 menyajikan drama sepak bola yang luar biasa menegangkan. Laga yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Senin (5/1/2026) ini berakhir dengan skor sama kuat 1-1.
Kegagalan meraih poin penuh ini menjadi pukulan telak bagi skuad Pangeran Biru. Pasalnya, kemenangan yang sudah di depan mata harus buyar seketika akibat kelengahan di detik-detik akhir pertandingan.
Bojan Hodak, pelatih Persib, tampak sangat kecewa di pinggir lapangan. Ambisi untuk mengkudeta posisi puncak klasemen dari Borneo FC harus tertunda akibat hasil imbang ini.
Sementara itu, bagi tuan rumah Persik Kediri, satu poin ini terasa seperti kemenangan. Semangat juang skuad Macan Putih terbukti ampuh meredam agresivitas tim tamu yang bertabur bintang.
Atmosfer di Stadion Brawijaya begitu gemuruh. Ribuan Persik Mania yang memadati tribun memberikan teror mental tersendiri bagi para pemain Persib sepanjang 90 menit jalannya laga.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama: Duel Taktik yang Alot
Peluit babak pertama dibunyikan, Persib Bandung langsung mencoba mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan lini tengah yang dikomandoi Thom Haye, Maung Bandung berusaha mendikte permainan.
Namun, Persik Kediri di bawah asuhan pelatih Marcos Reina tampil sangat disiplin. Mereka menumpuk pemain di lini tengah untuk memutus aliran bola Persib yang diarahkan ke Andrew Jung di lini depan.
Peluang emas sempat didapatkan Persib lewat aksi Beckham Putra. Melansir dari tayangan ulang di Vidio, sepakan kerasnya masih mampu ditepis oleh Leonardo Navacchio yang tampil gemilang di bawah mistar gawang Persik.
Tuan rumah bukan tanpa perlawanan. Mengandalkan kecepatan serangan balik, Yusuf Meilana beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Persib yang dikawal Patricio Matricardi.
Hingga pertengahan babak pertama, skor kacamata masih bertahan. Kedua tim tampak sangat berhati-hati dan tidak ingin melakukan kesalahan yang bisa berakibat fatal di area pertahanan sendiri.
Persib sempat mendapatkan tendangan bebas di area berbahaya. Sayangnya, eksekusi Luciano Guaycochea masih melambung tipis di atas mistar gawang Persik Kediri.
Menjelang akhir babak pertama, tensi pertandingan sedikit memanas. Benturan fisik antar pemain kerap terjadi, memaksa wasit Tri Santoso bekerja keras mengendalikan emosi kedua kubu.
Tidak ada gol yang tercipta hingga turun minum. Skor 0-0 menutup jalannya babak pertama yang lebih didominasi oleh pertarungan taktis di lini tengah.
Drama Babak Kedua: Gol, Kartu Merah, dan Penalti VAR
Memasuki babak kedua, Bojan Hodak melakukan perubahan strategi. Ia memasukkan Saddil Ramdani untuk menggantikan Beckham Putra yang mengalami cedera. Pergantian ini terbukti menjadi kunci perubahan permainan.
Saddil Ramdani langsung memberikan dampak instan. Kecepatannya di sisi sayap membuat pertahanan Persik Kediri kocar-kacir. Persib mulai menemukan celah yang sulit ditembus di babak pertama.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-68. Berawal dari umpan matang Berguinho, Saddil Ramdani melepaskan tembakan kaki kiri akurat yang gagal dihalau kiper lawan. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Persib.
Gol tersebut disambut euforia oleh Bobotoh. Namun, drama sesungguhnya baru saja dimulai. Tensi pertandingan meningkat drastis setelah gol tersebut tercipta.
Pada menit ke-75, kontroversi terjadi. Mochamad Supriadi terjatuh di kotak penalti Persib setelah berduel dengan Patricio Matricardi. Wasit sempat menunjuk titik putih, memicu protes keras pemain Persib.
Namun, setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR), wasit membatalkan keputusan penalti tersebut. Situasi ini sempat membuat laga terhenti beberapa saat karena protes dari kubu tuan rumah.
Nasib sial menimpa Persib di menit ke-81. Sang pencetak gol, Saddil Ramdani, harus diusir keluar lapangan. Ia menerima kartu kuning kedua usai melakukan pelanggaran keras terhadap Yusuf Meilana.
Bermain dengan 10 orang membuat Persib tertekan. Persik Kediri yang unggul jumlah pemain langsung mengurung pertahanan Maung Bandung habis-habisan di sisa waktu normal.
Serangan bertubi-tubi dilancarkan Macan Putih. Ezra Walian, mantan pemain Persib yang kini membela Persik, beberapa kali mengirimkan umpan silang berbahaya ke jantung pertahanan.
Petaka bagi Persib datang di masa injury time, tepatnya menit ke-90+5. Berawal dari kemelut tendangan sudut, Muhammad Firly muncul sebagai pahlawan tuan rumah.
Sundulan tajam Firly tak mampu dijangkau Teja Paku Alam. Stadion Brawijaya bergemuruh menyambut gol penyeimbang yang sangat dramatis tersebut. Skor berubah menjadi 1-1.
Hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan. Persib harus puas berbagi angka dan pulang dengan rasa kecewa yang mendalam karena gagal mempertahankan keunggulan.
Statistik Pertandingan Persik vs Persib
Berikut adalah rangkuman statistik dominasi permainan berdasarkan data lapangan:
| Statistik | Persik Kediri | Persib Bandung |
| Penguasaan Bola | 42% | 58% |
| Total Tembakan | 9 | 12 |
| Tembakan ke Gawang | 4 | 5 |
| Pelanggaran | 14 | 16 |
| Kartu Kuning | 3 | 4 |
| Kartu Merah | 0 | 1 |
| Sepak Pojok | 6 | 4 |
Terlihat jelas bahwa Persib sebenarnya lebih mendominasi penguasaan bola. Namun, efektivitas serangan balik Persik di menit-menit akhir menjadi pembeda hasil akhir laga ini.
Analisis Taktik: Blunder Strategi atau Faktor Nasib?
Keputusan Bojan Hodak memasukkan Saddil Ramdani awalnya terlihat jenius. Pemain Timnas Indonesia ini sukses memecah kebuntuan lewat skill individunya yang mumpuni.
Namun, emosi yang tidak terkontrol dari Saddil menjadi bumerang. Kartu merah yang diterimanya mengubah total jalannya laga. Persib yang awalnya nyaman menguasai bola, dipaksa bertahan total.
Di sisi lain, pelatih Persik, Marcos Reina, patut diacungi jempol. Ia jeli melihat celah kelelahan di lini belakang Persib. Instruksinya untuk terus menekan lewat sayap di 10 menit terakhir terbukti efektif.
Peran Ezra Walian sebagai motor serangan Persik juga sangat vital. Meski tidak mencetak gol, pergerakannya membuka ruang bagi Muhammad Firly untuk menusuk ke kotak penalti dalam situasi bola mati.
Kekurangan Persib terlihat pada transisi bertahan saat kehilangan bola. Absennya satu pemain membuat lubang di lini tengah yang biasanya ditutup rapat oleh gelandang bertahan Frans Putros.
Teja Paku Alam sebenarnya tampil cukup solid. Ia melakukan beberapa penyelamatan krusial sebelum akhirnya gawangnya bobol di detik-detik akhir yang menyakitkan.
Daftar Pencetak Gol dan Momen Kunci
- Menit 68 (0-1): Saddil Ramdani (Persib) mencetak gol lewat tembakan kaki kiri, memanfaatkan assist Berguinho.
- Menit 75: Drama VAR, penalti untuk Persik dibatalkan wasit.
- Menit 81: Kartu Merah (Akumulasi Kartu Kuning) untuk Saddil Ramdani.
- Menit 90+5 (1-1): Muhammad Firly (Persik) mencetak gol penyeimbang lewat sundulan kepala.
Komentar Pelatih dan Pemain Pasca Laga
Mengutip dari sesi konferensi pers usai laga yang disiarkan di kanal YouTube resmi Liga 1, Bojan Hodak tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap hasil imbang ini.
“Kami mengontrol pertandingan selama 80 menit. Kartu merah mengubah segalanya. Pemain kehilangan fokus di menit akhir dan kami dihukum,” ujar pelatih asal Kroasia tersebut dengan nada tinggi.
Sementara itu, pelatih Persik, Marcos Reina, memuji mentalitas anak asuhnya. “Pemain tidak menyerah sampai peluit akhir. Satu poin ini hasil kerja keras tim melawan tim kandidat juara,” ungkapnya.
Di media sosial X (Twitter), tagar #PersibDay langsung menjadi trending topic. Banyak Bobotoh yang menyayangkan pelanggaran tidak perlu yang dilakukan oleh Saddil Ramdani.
“Sayang banget Saddil, from hero to zero. Harusnya bisa main lebih tenang pas udah unggul,” tulis salah satu akun fan base Persib dengan nada kecewa.
Dampak Hasil Imbang Bagi Klasemen Liga 1 2025/2026
Hasil seri ini membuat peta persaingan di papan atas klasemen semakin panas. Persib gagal menggeser Borneo FC dan Persija Jakarta di posisi dua besar.
Berikut adalah update klasemen sementara 5 besar Liga 1 per 6 Januari 2026:
- Borneo FC – 37 Poin
- Persija Jakarta – 35 Poin (Unggul Selisih Gol)
- Persib Bandung – 35 Poin
- Malut United – 34 Poin
- Persita Tangerang – 28 Poin
Persib kini memiliki poin yang sama dengan Persija, namun kalah dalam produktivitas gol. Hal ini membuat laga selanjutnya menjadi sangat krusial bagi Maung Bandung.
Bagi Persik Kediri, tambahan satu poin mengangkat posisi mereka ke peringkat 11. Mereka kini mengoleksi 19 poin dan perlahan menjauh dari zona merah degradasi.
Head to Head Persik vs Persib
Rekor pertemuan kedua tim memang selalu menyajikan laga yang ketat. Persik Kediri dikenal sebagai tim yang kerap menyulitkan Persib, terutama saat bermain di kandang sendiri, Stadion Brawijaya.
Dalam lima pertemuan terakhir, Persib mencatat dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan. Hasil 1-1 kali ini menambah panjang rekor pertemuan imbang kedua tim di era Liga 1.
Faktor keangkeran Stadion Brawijaya sepertinya masih menjadi mitos yang sulit dipatahkan oleh Pangeran Biru. Dukungan fanatik Persik Mania selalu menjadi pemain ke-12 yang efektif.
Jadwal Berikutnya: Menanti El Clasico Indonesia
Setelah laga melelahkan di Kediri, Persib Bandung harus segera bangkit. Mereka sudah ditunggu oleh rival abadi mereka, Persija Jakarta, dalam laga bertajuk El Clasico Indonesia pekan depan.
Laga melawan Persija akan menjadi penentu siapa yang layak menempel ketat Borneo FC di puncak klasemen. Bojan Hodak memiliki pekerjaan rumah besar untuk membenahi mentalitas pemainnya.
Absennya Saddil Ramdani di laga berikutnya akibat kartu merah tentu menjadi kerugian besar. Bojan harus memutar otak mencari pengganti yang sepadan di lini serang.
Sementara itu, Persik Kediri akan melawat ke markas lawan dengan kepercayaan diri tinggi. Hasil imbang melawan tim sekelas Persib menjadi modal berharga untuk menatap laga selanjutnya.
Bagaimana strategi Persib tanpa Saddil di laga krusial nanti? Bobotoh tentu berharap ada evaluasi menyeluruh agar kesalahan di menit akhir tidak terulang kembali.
Kesimpulan
Hasil Persik vs Persib Bandung dengan skor 1-1 adalah cerminan dari ketatnya persaingan Liga 1 musim ini. Tidak ada tim yang bisa jemawa sebelum peluit panjang dibunyikan.
Drama injury time di Kediri mengajarkan bahwa fokus dan disiplin adalah kunci utama. Bagi Persib, ini adalah pelajaran mahal dalam perburuan gelar juara. Bagi Persik, ini adalah bukti bahwa semangat pantang menyerah selalu membuahkan hasil.
Saksikan terus perkembangan berita Liga 1 dan update terbaru seputar Persib Bandung hanya di portal berita olahraga terpercaya. Jangan lewatkan laga seru pekan depan!








