Man City vs Exeter City: Rekor Gila 10 Gol yang Bikin Piala FA Terasa Seperti Mode Easy

Manchester City kembali membuat dunia sepak bola Inggris ternganga. Bukan karena sekadar menang, tapi karena cara mereka menang. Dalam laga babak ketiga Piala FA, City

Redaksi

Man City vs Exeter City: Rekor Gila 10 Gol yang Bikin Piala FA Terasa Seperti Mode Easy

Manchester City kembali membuat dunia sepak bola Inggris ternganga. Bukan karena sekadar menang, tapi karena cara mereka menang. Dalam laga babak ketiga Piala FA, City membantai Exeter City dengan skor mencolok 10-1 di Stadion Etihad. Skor ini bukan cuma besar, tapi juga bersejarah, karena menjadi rekor baru di sepak bola Inggris setelah penantian hampir empat dekade.

Pertandingan Man City vs Exeter City yang digelar Sabtu malam itu benar-benar terasa seperti duel dua level berbeda. Di satu sisi ada tim raksasa Premier League dengan skuad penuh bintang dan sistem permainan matang. Di sisi lain, Exeter datang sebagai wakil Divisi Tiga yang mencoba bertahan sekuat tenaga, meski akhirnya harus menerima kenyataan pahit.

Bagi para penggemar, laga ini bukan sekadar tontonan penuh gol, tapi juga bukti betapa mengerikannya mesin permainan Pep Guardiola ketika berjalan sempurna. Setiap serangan City seperti ancaman nyata, dan hampir semua peluang berubah menjadi gol.

Dominasi Man City Sejak Menit Awal

Sejak peluit pertama dibunyikan, Manchester City langsung mengambil alih kendali. Bola nyaris tak pernah lepas dari kaki para pemain tuan rumah. Pola permainan cepat, pergerakan tanpa bola yang rapi, dan pressing tinggi membuat Exeter City tak sempat bernapas.

Pep Guardiola terlihat sengaja menurunkan kombinasi pemain inti dan muda. Meski begitu, kualitas permainan tetap berada di level tertinggi. Justru ini yang membuat laga semakin berat bagi Exeter, karena mereka harus menghadapi tim dengan energi segar dan ambisi besar.

Baca Juga:  Man City vs Sunderland Berakhir Buntu, Bernardo Silva Frustrasi Gagal Pangkas Jarak dengan Arsenal

Gol Pembuka yang Mengubah Arah Laga

Gol pertama City datang pada menit ke-12 dan langsung meruntuhkan kepercayaan diri tim tamu. Berawal dari crossing di sisi kanan, Erling Haaland memenangkan duel udara sebelum bola jatuh ke kaki Max Alleyne. Tanpa ragu, Alleyne melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dibendung kiper Exeter.

Gol ini seperti membuka keran. Setelah itu, serangan Man City semakin deras dan terstruktur. Exeter mencoba bertahan lebih dalam, tetapi justru membuat tekanan semakin besar.

Babak Pertama: Hujan Gol dan Dua Gol Bunuh Diri

Keunggulan City bertambah di menit ke-24 lewat aksi Rodri. Setelah tembakan Antoine Semenyo diblok, gelandang Spanyol itu menyambar bola muntah dengan tendangan jarak jauh yang melesat ke sudut atas gawang. Skor 2-0 membuat City makin percaya diri.

Jelang turun minum, situasi Exeter semakin runyam. Sepak pojok dari sisi kiri justru berujung gol bunuh diri Jake Doyle-Hayes, yang salah mengantisipasi bola sundulan hingga mengenai Nathan Aké dan masuk ke gawang sendiri. Skor berubah menjadi 3-0.

Belum cukup, City kembali menambah gol lewat skema serupa. Kerja sama Ryan McAidoo dan Tijjani Reijnders diakhiri dengan crossing yang memaksa Jack Fitzwater melakukan gol bunuh diri. Babak pertama pun ditutup dengan skor telak 4-0 untuk Manchester City.

Mental Exeter Mulai Runtuh

Dua gol bunuh diri di babak pertama benar-benar memukul mental Exeter City. Dalam laga seperti ini, ketika tekanan datang dari segala arah, satu kesalahan kecil bisa berujung fatal. Dan itulah yang terjadi.

Babak Kedua: Man City Menggila Tanpa Ampun

Masuk babak kedua, banyak yang mengira City akan menurunkan tempo. Nyatanya, hal itu tidak terjadi. Justru mereka tampil semakin agresif.

Rico Lewis mencetak gol kelima lewat sontekan di depan gawang, memanfaatkan crossing akurat dari Antoine Semenyo. Tak lama berselang, Semenyo sendiri mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan terobosan dari Rayan Cherki.

Baca Juga:  “Send Your Name in Space” Dibuka Lagi, Kamu Bisa Ikut Terbang di Misi Artemis II

Pesta Gol Berlanjut

City tak berhenti di situ. Tijjani Reijnders mencetak gol ketujuh lewat sepakan melengkung indah setelah menerima umpan dari Jeremy Doku. Nico O’Reilly lalu menambah gol kedelapan lewat sundulan yang sempat membentur tiang.

Ryan McAidoo memperbesar keunggulan menjadi 9-0 lewat tembakan keras dari tepi kotak penalti. Exeter akhirnya mendapat gol hiburan di menit ke-90 melalui George Birch, tetapi itu hanya menjadi catatan kecil di tengah badai gol City.

Pada masa injury time, Rico Lewis mencetak gol keduanya sekaligus menutup kemenangan Manchester City menjadi 10-1.

Makna Rekor Bersejarah Ini

Hasil Man City vs Exeter City ini bukan sekadar kemenangan besar. Ini adalah pencapaian bersejarah, karena City menjadi tim papan atas Inggris pertama yang mampu mencetak 10 gol dalam satu pertandingan resmi sejak tahun 1986.

Bagi Pep Guardiola, ini juga menjadi bukti betapa dalam dan kuatnya skuad yang ia miliki. Bahkan dengan rotasi dan pemain muda, City tetap tampil mematikan.

Pesan Kuat untuk Pesaing

Kemenangan ini mengirim pesan jelas kepada semua pesaing di Piala FA. Manchester City bukan hanya datang untuk lolos ke babak berikutnya, tapi untuk mendominasi. Ketika mereka berada dalam mood seperti ini, siapa pun bisa menjadi korban.

Laga Man City vs Exeter City akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling brutal dalam sejarah Piala FA. Sepuluh gol, dominasi mutlak, dan rekor yang akhirnya pecah setelah puluhan tahun. Bagi penggemar City, ini adalah malam penuh kebanggaan. Bagi Exeter, meski pahit, ini tetap menjadi pengalaman berharga melawan salah satu tim terbaik di dunia.

Jika City bisa menjaga performa seperti ini, bukan tidak mungkin Piala FA musim ini akan kembali mendarat di Etihad. Dan untuk para penikmat sepak bola, satu hal pasti: menonton Manchester City saat sedang on fire selalu menjadi hiburan kelas dunia.

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138