Niat Puasa Rajab 2025–2026: Jadwal, Bacaan Lengkap, Tata Cara, dan Keutamaannya

MataBerita – Memasuki akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, umat Islam kembali menyambut datangnya bulan Rajab. Bulan ketujuh dalam kalender Hijriah ini memiliki kedudukan istimewa

Redaksi

Niat Puasa Rajab
Niat Puasa Rajab

MataBerita – Memasuki akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, umat Islam kembali menyambut datangnya bulan Rajab. Bulan ketujuh dalam kalender Hijriah ini memiliki kedudukan istimewa karena termasuk salah satu dari empat bulan haram (bulan suci) dalam Islam.

Puasa Rajab menjadi salah satu amalan sunnah yang banyak diamalkan umat Muslim. Ibadah ini kerap dimanfaatkan sebagai momentum memperbanyak amal saleh sekaligus melatih kedisiplinan spiritual sebelum memasuki bulan-bulan besar berikutnya, seperti Syaban dan Ramadan.

Lantas, kapan puasa Rajab 2025 dimulai? Bagaimana bacaan niat puasa Rajab yang benar, tata cara pelaksanaannya, serta keutamaannya menurut penjelasan sumber resmi? Berikut ulasan lengkapnya.

Puasa Rajab dan Kedudukannya dalam Islam

Puasa Rajab merupakan puasa sunnah yang dilakukan pada bulan Rajab, salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan menjauhi perbuatan maksiat.

Mengacu pada penjelasan yang banyak dirujuk umat Islam dari NU Online, tidak terdapat ketentuan khusus terkait hari tertentu untuk melaksanakan puasa Rajab. Ibadah ini boleh dilakukan di awal, pertengahan, maupun akhir bulan sesuai kemampuan masing-masing.

Kapan 1 Rajab 2025 Dimulai?

Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Rajab 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025. Sejak tanggal tersebut, umat Islam sudah dapat mulai melaksanakan puasa sunnah Rajab.

Baca Juga:  Tarif Tol Surabaya Sidoarjo 2025, Masuk Warugunung Exit via Gerbang Kejapanan

Pelaksanaan puasa dapat berlangsung hingga akhir bulan Rajab yang diperkirakan berakhir pada Januari 2026, dengan tetap menunggu penetapan resmi berdasarkan rukyatul hilal.

Waktu Pelaksanaan Puasa Rajab

Puasa Rajab memiliki fleksibilitas waktu. Tidak ada batasan jumlah hari tertentu yang diwajibkan. Beberapa pilihan waktu yang umum dilakukan antara lain:

Puasa Awal Bulan

Dilakukan sebagai bentuk menyambut bulan Rajab.

Puasa Ayyamul Bidh

Dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.

Puasa Senin dan Kamis

Dapat digabungkan dengan puasa sunnah rutin mingguan.

Puasa Akhir Bulan

Sebagai penutup ibadah di bulan Rajab.

Para ulama menegaskan bahwa berpuasa Rajab selama satu bulan penuh hukumnya makruh karena dikhawatirkan menyerupai puasa wajib Ramadan.

Niat Puasa Rajab

Niat Puasa Rajab Dibaca Malam Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma syahri Rajaba sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:
“Saya niat berpuasa sunnah bulan Rajab karena Allah Ta‘ala.”

Niat Puasa Rajab Jika Dibaca Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri Rajaba sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah bulan Rajab hari ini karena Allah Ta‘ala.”

Tata Cara Puasa Rajab

Tata cara puasa Rajab pada dasarnya sama dengan puasa sunnah lainnya.

  1. Sahur pada malam hari (sunnah).

  2. Membaca niat sebelum Subuh atau di siang hari jika lupa.

  3. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak Subuh hingga Magrib.

  4. Menjaga perilaku dan lisan agar pahala puasa tetap terjaga.

  5. Berbuka puasa saat waktu Magrib tiba.

Doa Berbuka Puasa Rajab

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Latin:
Allahumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu.

Baca Juga:  RI Kirim 4.000 Tenaga Kerja ke Jerman, Strategi Baru Dorong Ekspor Jasa dan Profesional Indonesia ke Eropa

Artinya:
“Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Keutamaan Puasa Rajab

Tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus menyebutkan pahala tertentu bagi puasa Rajab. Namun, berpuasa di bulan haram termasuk amalan yang dianjurkan dan bernilai pahala sebagai puasa sunnah.

Puasa Rajab juga menjadi sarana memperbaiki kualitas ibadah, melatih pengendalian diri, serta persiapan mental dan spiritual menuju bulan Ramadan.

Penutup

Puasa Rajab merupakan ibadah sunnah yang ringan namun sarat makna. Dengan memahami jadwal, niat puasa Rajab, serta tata cara yang benar, umat Islam dapat menjalankannya dengan tenang dan sesuai tuntunan.

Yang terpenting, puasa Rajab dilakukan dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah SWT, tanpa meyakini keutamaan tertentu yang tidak memiliki dasar kuat.

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138