Malam Liga Champions di Santiago Bernabeu kali ini terasa berbeda. Setelah sepekan penuh tekanan dan sorotan tajam, Real Madrid akhirnya memberi jawaban yang dinanti para pendukungnya. Kemenangan telak 6-1 atas AS Monaco bukan hanya soal skor besar, tetapi juga tentang pesan kuat bahwa Los Blancos belum habis.
Laga Real Madrid vs Monaco di fase liga Liga Champions 2025/2026 menjadi panggung pembuktian bagi Alvaro Arbeloa. Pelatih anyar Madrid ini datang dengan beban besar, terutama setelah pemecatan Xabi Alonso yang sempat memicu kekecewaan publik Bernabeu. Banyak yang ragu, tak sedikit pula yang pesimistis.
Namun, dalam satu malam yang penuh emosi, semua keraguan itu seolah sirna. Sorak sorai kembali menggema, para pemain tampil lepas, dan Real Madrid menunjukkan wajah yang selama ini dirindukan: agresif, percaya diri, dan mematikan di depan gawang.
Real Madrid vs Monaco: Dominasi Sejak Menit Awal
Pertandingan yang digelar Rabu (21/1/2026) dini hari WIB ini langsung berjalan sesuai skenario tuan rumah. Real Madrid tampil dominan sejak peluit pertama dibunyikan, menekan Monaco tanpa memberi banyak ruang untuk bernapas.
Dua Gol Cepat Mbappe Buka Pesta
Nama Kylian Mbappe langsung mencuri perhatian. Mantan bintang PSG itu membuka keunggulan Madrid saat laga baru berjalan lima menit. Pergerakan cepat dan penyelesaian klinisnya membuat lini belakang Monaco kelabakan.
Tak berhenti di situ, Mbappe kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-26. Gol keduanya seakan menjadi sinyal bahwa malam itu akan menjadi milik Real Madrid sepenuhnya. Bernabeu pun bergemuruh, merayakan performa impresif sang penyerang.
Babak Kedua Jadi Milik Los Blancos
Memasuki babak kedua, dominasi Madrid tidak mengendur. Justru, intensitas permainan semakin meningkat. Franco Mastantuono mencetak gol ketiga pada menit ke-51, mempertegas kontrol penuh Los Blancos atas jalannya laga.
Gol demi gol kemudian datang silih berganti. Kesialan menghampiri Monaco saat Timo Kehrer melakukan gol bunuh diri di menit ke-55. Vinicius Junior ikut meramaikan pesta gol pada menit ke-63, sebelum Jude Bellingham menutup malam sempurna Madrid lewat golnya di menit ke-80.
Monaco hanya mampu mencetak satu gol hiburan melalui Jordan Teze di menit ke-72, yang nyaris tak mengubah arah pertandingan.
Kemenangan Besar yang Lebih dari Sekadar Skor
Hasil 6-1 dalam laga Real Madrid vs Monaco bukan hanya berarti tambahan tiga poin. Kemenangan ini membawa Madrid naik ke peringkat kedua klasemen fase liga Liga Champions 2025/2026, sekaligus menjadi obat penenang bagi situasi internal klub.
Setelah gejolak pasca pemecatan Xabi Alonso, hubungan tim dengan suporter sempat memanas. Cemoohan terdengar di beberapa laga sebelumnya. Namun malam itu, Bernabeu kembali menjadi rumah yang ramah bagi para pemainnya.
Penilaian Alvaro Arbeloa: Sepak Bola yang Diinginkan Madrid
Usai pertandingan, Alvaro Arbeloa tak bisa menyembunyikan rasa puasnya. Bagi sang pelatih, laga ini adalah gambaran ideal tentang Real Madrid versinya.
“Saya pikir tadi adalah pertandingan yang luar biasa. Bermain di stadion kami, bersama para penggemar, para pemain benar-benar menikmati pertandingan. Ada banyak gol indah, inilah sepak bola yang kami inginkan,” ujar Arbeloa kepada Movistar.
Bukan Efek Pelatih Baru Semata
Arbeloa juga menegaskan bahwa kemenangan besar ini bukan sekadar dampak dari pergantian pelatih. Ia justru memuji kerja keras dan kualitas individu para pemain.
“Pertandingan hari ini dimenangkan oleh para pemain, oleh usaha dan kualitas mereka. Ini bukan hanya soal pelatih baru,” katanya dengan nada tegas.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Arbeloa ingin membangun tim dengan fondasi kuat, bukan sekadar euforia sesaat.
Mentalitas Real Madrid Jadi Sorotan Utama
Di balik hujan gol, Arbeloa menilai mentalitas skuad sebagai hal paling berharga. Ia mengaku terkesan dengan respons cepat para pemain terhadap instruksi yang diberikan.
“Saya hanya meminta sedikit, dan mereka langsung mengerti. Saya menyukai sikap dan mentalitas ini. Inilah Real Madrid, dan inilah mentalitas yang ingin dilihat para penggemar,” ucap mantan bek kanan Madrid tersebut.
Mentalitas inilah yang selama ini menjadi identitas Los Blancos, terutama di Liga Champions. Saat tekanan datang, Madrid justru sering tampil lebih kuat.
Dukungan Suporter Bernabeu Jadi Faktor Penting
Arbeloa juga menyempatkan diri menyinggung peran suporter. Ia berharap publik Bernabeu bisa terus memberikan dukungan penuh, tanpa mencemooh pemain sendiri seperti yang sempat terjadi di laga Liga Spanyol melawan Levante.
“Semua orang bermain bagus. Mastantuono, Arda, Vini, Kylian, Jude. Ini adalah hari yang hebat untuk semua,” katanya.
“Kami ingin menekankan betapa pentingnya dukungan dari para fans. Malam ini benar-benar menyenangkan,” tambahnya.
Atmosfer positif di stadion diyakini akan menjadi modal besar bagi Madrid untuk menghadapi laga-laga krusial berikutnya.
Tantangan Berikutnya Menanti Real Madrid
Setelah pesta gol di Bernabeu, Real Madrid tak punya banyak waktu untuk larut dalam euforia. Tantangan berat sudah menanti di matchday terakhir fase liga Liga Champions.
Los Blancos dijadwalkan bertandang ke markas Benfica. Laga ini akan menjadi ujian konsistensi bagi Arbeloa dan anak asuhnya, sekaligus kesempatan untuk menutup fase liga dengan hasil maksimal.
Jika mampu mempertahankan performa seperti saat melawan Monaco, bukan tidak mungkin Real Madrid kembali menjadi salah satu kandidat kuat juara musim ini.








