Kondisi Ibu dari Sheyna Terbaru Usai Kecelakaan WNI di Singapura, Masih Dirawat Intensif dan Kronologi Kejadianya

MataBerita – Kasus kecelakaan yang menimpa keluarga WNI di Singapura masih menyisakan duka mendalam. Seorang anak perempuan berusia enam tahun, Sheyna Lashira Smaradiani, meninggal dunia

redaksi 2

MataBerita – Kasus kecelakaan yang menimpa keluarga WNI di Singapura masih menyisakan duka mendalam. Seorang anak perempuan berusia enam tahun, Sheyna Lashira Smaradiani, meninggal dunia setelah tertabrak mobil di kawasan wisata Chinatown. Perhatian publik kini tertuju pada kondisi ibu dari Sheyna, Raisha Anindra Pascasiswi, yang juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Kecelakaan tragis itu terjadi saat keduanya tengah berlibur bersama keluarga. Selain kehilangan putri tercinta, keluarga juga harus menghadapi proses pemulihan medis dan hukum yang masih berjalan. KBRI Singapura memastikan terus memberikan pendampingan sejak hari pertama kejadian.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kondisi ibu dari Sheyna mulai stabil, meski masih membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. Berikut rangkuman informasi terkini, kronologi kejadian, serta langkah pendampingan yang dilakukan pihak terkait.

Kondisi Ibu dari Sheyna Saat Ini

Raisha Anindra Pascasiswi hingga kini masih menjalani perawatan di Singapore General Hospital (SGH). Ia mengalami sejumlah luka serius, termasuk patah tulang dan cedera dalam akibat benturan saat kecelakaan.

Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura menyampaikan bahwa korban sudah sadar dan dalam kondisi stabil. Namun, fisiknya masih lemah sehingga belum memungkinkan untuk dipindahkan ke Indonesia dalam waktu dekat.

Perwakilan KBRI juga terus memantau perkembangan medis serta kebutuhan keluarga. Dalam pernyataan resmi, disebutkan bahwa wakil kepala perwakilan KBRI bersama staf terkait telah menemui keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa dan membahas dukungan lanjutan.

Baca Juga:  4 Hari Operasi, Stasiun Jatake KAI Catat Respons Positif dari Masyarakat dan Sudah Layani 2.800 Lebih Penumpang

Pendampingan dari KBRI Singapura

KBRI memastikan telah melakukan berbagai langkah sejak hari kejadian, antara lain:

  • Mendampingi proses penanganan medis korban
  • Mengurus pemulangan jenazah anak korban ke Indonesia
  • Berkoordinasi dengan otoritas setempat
  • Menyiapkan kemungkinan bantuan hukum jika diperlukan keluarga

Pihak KBRI menyebut pendampingan akan terus diberikan hingga kondisi ibu korban memungkinkan untuk kembali ke Indonesia dan seluruh proses administratif selesai.

Kronologi Kecelakaan di Chinatown Singapura

Peristiwa kecelakaan WNI di Singapura terjadi pada 6 Februari di area luar Buddha Tooth Relic Temple, kawasan Chinatown. Saat itu, Sheyna dan ibunya sedang berjalan di area wisata bersama anggota keluarga lainnya.

Sebuah mobil tiba-tiba menabrak keduanya. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Sayangnya, Sheyna meninggal dunia akibat cedera berat pada bagian kepala.

Hasil pemeriksaan medis menyebut penyebab kematian adalah cedera kranio-serebral. Sementara itu, ibunya mengalami luka serius namun berhasil diselamatkan.

Status Pengemudi dan Proses Hukum

Otoritas Singapura telah menangkap pengemudi mobil, seorang perempuan berusia 38 tahun, pada hari yang sama. Ia diduga mengemudi tanpa perhatian yang wajar hingga menyebabkan kematian.

Penyelidikan masih berlangsung sesuai prosedur hukum di Singapura. KBRI menyatakan siap memfasilitasi dukungan hukum bagi keluarga apabila dibutuhkan.

Pemulangan Jenazah Sheyna ke Indonesia

Jenazah Sheyna dipulangkan ke Jakarta pada 8 Februari. Pada hari yang sama, ia dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Prosesi pemakaman berlangsung dalam suasana haru. Keluarga besar, kerabat, serta sejumlah pihak yang mengenal korban turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

Kesaksian Keluarga: Sosok Sheyna yang Ceria

Keluarga menggambarkan Sheyna sebagai anak yang periang dan penuh empati. Bibi korban, Rara Anindita Swargastha, menyebut keponakannya sebagai anak yang selalu membawa kebahagiaan bagi orang di sekitarnya.

Baca Juga:  Cara Cek NISN Secara Online Terbaru 2025, Panduan Lengkap untuk Siswa & Orang Tua

Ia mengaku sangat terpukul saat menerima kabar duka. Menurutnya, Sheyna dikenal aktif, ramah, dan mudah disukai banyak orang. Kepergian korban meninggalkan luka mendalam bagi keluarga.

Kesaksian ini memperlihatkan betapa besar kehilangan yang dirasakan keluarga, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di ruang publik, khususnya di kawasan wisata yang ramai.

Dukungan Publik dan Penggalangan Dana

Setelah kabar kecelakaan WNI di Singapura ini tersebar, dukungan mengalir dari berbagai pihak. Komunitas diaspora Indonesia di Singapura hingga warganet turut menyampaikan belasungkawa.

Sejumlah jaringan alumni Universitas Indonesia juga menginisiasi penggalangan dana untuk membantu biaya pengobatan ibu korban. Raisha diketahui merupakan alumni universitas tersebut.

Seruan dukungan yang beredar menekankan pentingnya solidaritas bagi keluarga yang tengah menghadapi masa sulit. Bantuan difokuskan untuk mendukung pemulihan medis dan kebutuhan keluarga selama proses perawatan berlangsung.

Harapan Keluarga dan Langkah Selanjutnya

Keluarga berharap kondisi ibu dari Sheyna segera pulih agar bisa kembali ke Indonesia. Selain fokus pada pemulihan, mereka juga menantikan proses hukum berjalan hingga tuntas sesuai ketentuan yang berlaku di Singapura.

KBRI menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi keluarga, baik dalam hal medis, administratif, maupun koordinasi hukum. Pendampingan ini dinilai penting untuk memastikan hak-hak WNI terpenuhi selama berada di luar negeri.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi wisatawan untuk selalu waspada terhadap keselamatan di ruang publik. Otoritas Singapura dikenal memiliki standar keselamatan tinggi, namun kecelakaan tetap bisa terjadi dan membutuhkan penanganan serius.

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138