Ryan Garcia Didenda WBC Jelang Duel Lawan Mario Barrios, Ini Kronologinya

MataBerita – Petinju asal Amerika Serikat, Ryan Garcia, kembali menjadi sorotan jelang pertarungan penting melawan juara dunia kelas welter WBC, Mario Barrios. Bukan karena duel

redaksi 2

MataBerita – Petinju asal Amerika Serikat, Ryan Garcia, kembali menjadi sorotan jelang pertarungan penting melawan juara dunia kelas welter WBC, Mario Barrios. Bukan karena duel di atas ring, melainkan karena sanksi denda yang dijatuhkan oleh World Boxing Council (WBC) akibat keterlambatan laporan timbang berat badan wajib.

Insiden ini terjadi menjelang laga yang dijadwalkan berlangsung di T-Mobile Arena, Las Vegas, pada 21 Februari. Keterlambatan tersebut memang tidak menggagalkan pertarungan, tetapi cukup untuk membuat Garcia menerima sanksi finansial serta peringatan disipliner dari badan tinju dunia tersebut.

Kasus ini menambah catatan kontroversi dalam perjalanan karier Garcia, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap berhadapan dengan masalah di luar ring. Meski begitu, ia tetap akan naik ring sebagai penantang resmi sabuk juara WBC milik Mario Barrios.

Ryan Garcia Didenda karena Terlambat Laporan Timbang Badan

WBC menjatuhkan denda sebesar 5.000 dolar AS kepada Ryan Garcia karena terlambat menyerahkan laporan timbang berat badan 14 hari sebelum pertarungan. Kewajiban tersebut merupakan bagian dari protokol keselamatan yang diterapkan oleh World Boxing Council.

Presiden WBC Mauricio Sulaiman menjelaskan bahwa laporan Garcia seharusnya sudah diterima pada 7 Februari. Namun, dokumen baru diserahkan beberapa hari kemudian, sehingga federasi memutuskan menjatuhkan sanksi administratif.

Menurut pemberitahuan resmi WBC kepada tim Garcia, keterlambatan itu dinilai sebagai pelanggaran prosedural, meskipun tidak dianggap sebagai upaya manipulasi berat badan.

Baca Juga:  Ibu Raisa Meninggal Dunia Setelah Berjuang Lawan Penyakit, Keluarga Sampaikan Ungkapan Duka Mendalam

Bukti Timbang Badan Tetap Memenuhi Batas

Meski terlambat, Garcia akhirnya mengirimkan video bukti timbang badan. Dalam rekaman tersebut, berat badannya tercatat 154,2 pon, masih dalam batas maksimal yang diperbolehkan untuk pemeriksaan 14 hari sebelum laga.

Dalam aturan WBC, petinju kelas welter dengan batas kontrak 147 pon diwajibkan memiliki berat tidak lebih dari lima persen di atas limit tersebut saat pemeriksaan 14 hari. Artinya, batas maksimal berada di kisaran 155 pon.

Sementara itu, Mario Barrios dilaporkan telah memenuhi kewajiban tepat waktu. Petinju asal San Antonio itu mengirimkan video timbang badan dengan angka 153 pon, masih dalam rentang aman.

Jadwal Pemeriksaan Berikutnya dan Tes Doping

WBC menegaskan bahwa pemeriksaan berat badan berikutnya akan dilakukan sekitar satu minggu sebelum laga. Pada tahap tersebut, kedua petinju wajib berada tidak lebih dari tiga persen di atas batas kontrak 147 pon.

Selain itu, Garcia dan Barrios juga harus menjalani tes doping acak melalui program yang dikontrak bersama Voluntary Anti-Doping Association. Program ini bertujuan memastikan pertarungan berlangsung adil dan bebas dari penggunaan zat terlarang.

Langkah tersebut merupakan standar dalam pertarungan gelar dunia, terutama untuk laga yang berisiko tinggi dan menjadi sorotan publik internasional.

WBC: Keterlambatan Diduga karena Ketidaktahuan Tim

WBC menyatakan keterlambatan Garcia lebih disebabkan ketidaktahuan timnya terhadap tenggat waktu administratif, bukan pelanggaran yang disengaja. Namun, federasi tetap memberikan peringatan keras agar kejadian serupa tidak terulang.

“Prosedur ini bagian dari keselamatan dan profesionalisme dalam tinju dunia,” demikian penekanan yang disampaikan dalam pemberitahuan resmi WBC kepada tim Garcia.

Meski denda terbilang kecil dibandingkan nilai pertarungan, peringatan ini dianggap penting karena reputasi Garcia sedang dalam fase pemulihan setelah sejumlah kontroversi sebelumnya.

Baca Juga:  Jaksa Akan Panggil Ahok dan Ignasius Jonan sebagai Saksi Kunci Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

Riwayat Kontroversi Ryan Garcia

Kasus keterlambatan ini menambah daftar masalah yang pernah dialami Garcia. Pada April 2024, ia gagal memenuhi batas berat badan menjelang pertarungan melawan Devin Haney. Kemenangan Garcia dalam laga tersebut kemudian dianulir menjadi no-contest setelah ia dinyatakan positif menggunakan zat terlarang ostarine.

Akibat pelanggaran itu, Garcia dijatuhi skorsing satu tahun dan kehilangan seluruh honor pertandingannya yang mencapai lebih dari 1,1 juta dolar AS.

Ia kembali bertanding pada Mei 2025 melawan Rolando Romero untuk memperebutkan sabuk sekunder WBA kelas welter, tetapi harus menerima kekalahan. Pada periode yang sama, WBC juga sempat menjatuhkan larangan terhadap Garcia akibat perilaku kontroversial di luar ring sebelum akhirnya mencabut sanksi tersebut.

Mario Barrios Siap Pertahankan Gelar

Di sisi lain, Mario Barrios datang sebagai juara bertahan yang ingin mempertahankan sabuknya. Ia akan menjalani pertahanan gelar ketiga setelah dua pertarungan sebelumnya berakhir imbang.

Barrios bermain seri melawan Abel Ramos pada November 2024 dan kembali mencatat hasil imbang saat menghadapi legenda tinju delapan divisi, Manny Pacquiao, pada Juli 2025.

Pertarungan melawan Garcia menjadi kesempatan penting bagi Barrios untuk menegaskan dominasinya di kelas welter sekaligus menjawab keraguan publik setelah dua hasil imbang beruntun.

Dampak dan Sorotan Jelang Pertarungan

Keterlambatan laporan timbang badan ini memang tidak menggagalkan pertarungan, tetapi menjadi pengingat penting tentang disiplin dan profesionalisme di level tertinggi tinju dunia. WBC menegaskan akan terus memantau kepatuhan kedua petinju hingga hari pertandingan.

Bagi Garcia, duel ini menjadi momentum pembuktian untuk memulihkan reputasi dan kembali ke jalur perebutan gelar. Sementara bagi Barrios, laga ini adalah kesempatan mempertegas statusnya sebagai juara dunia kelas welter WBC.

Dengan sorotan publik yang tinggi, pertarungan di Las Vegas dipastikan akan menjadi salah satu duel paling dinanti dalam kalender tinju awal tahun.

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138