Harga Emas Antam Hari Ini 24 Februari 2026 Tembus ke Rp3.028.000, Berangsur Naik

MataBerita – Harga Emas Antam Hari Ini 24 Februari 2026 kembali menjadi sorotan pelaku pasar. Logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat melonjak

redaksi 2

MataBerita – Harga Emas Antam Hari Ini 24 Februari 2026 kembali menjadi sorotan pelaku pasar. Logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat melonjak dan bertahan di level tertinggi sepanjang sejarah perdagangan domestik.

Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas batangan Antam pada Selasa (24/2/2026) berada di posisi Rp3.028.000 per gram. Angka ini naik Rp16.000 dibandingkan harga sebelumnya dan memperpanjang tren penguatan sejak awal Februari.

Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, mulai dari kebijakan perdagangan Amerika Serikat hingga tensi geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong investor global beralih ke aset safe haven seperti emas.

Harga Emas Antam Hari Ini 24 Februari 2026 Resmi Naik

Kenaikan harga emas terjadi merata di seluruh ukuran. Mulai dari pecahan kecil 0,5 gram hingga 1.000 gram mengalami penyesuaian harga.

Rincian Harga Emas Antam 24 Februari 2026

Berikut daftar harga jual emas batangan Antam:

  • 0,5 gram: Rp1.564.000
  • 1 gram: Rp3.028.000
  • 2 gram: Rp5.996.000
  • 5 gram: Rp14.915.000
  • 10 gram: Rp29.775.000
  • 25 gram: Rp74.312.000
  • 50 gram: Rp148.545.000
  • 100 gram: Rp297.012.000
  • 500 gram: Rp1.484.320.000
  • 1.000 gram: Rp2.968.600.000

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga ikut naik menjadi Rp2.813.000 per gram. Spread antara harga jual dan buyback masih tergolong wajar, mencerminkan likuiditas pasar yang tetap terjaga.

Baca Juga:  Harga Emas Perhiasan 24 Karat Hari Ini 31 Oktober 2025: Naik Lagi, Ini Daftar Lengkapnya!

Faktor Penyebab Lonjakan Harga Emas Februari 2026

Kenaikan harga emas kali ini tidak terjadi tanpa sebab. Ada sejumlah faktor fundamental yang mendorong penguatan signifikan.

1. Kebijakan Tarif Amerika Serikat

Pemerintah AS menerapkan kebijakan tarif perdagangan global sebesar 15 persen terhadap sejumlah negara mitra. Kebijakan ini memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi dan menekan nilai tukar dolar AS.

Ketika dolar melemah, harga emas cenderung menguat karena logam mulia diperdagangkan dalam denominasi dolar.

2. Aksi Borong Bank Sentral Dunia

Sejumlah bank sentral dunia terus meningkatkan cadangan emas sebagai strategi lindung nilai terhadap inflasi jangka panjang dan ketidakstabilan geopolitik.

Langkah ini sejalan dengan laporan berbagai lembaga keuangan internasional yang menyebut emas sebagai instrumen proteksi nilai yang relatif stabil saat krisis.

3. Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Ketidakpastian politik dan risiko eskalasi militer membuat investor mengalihkan dana dari aset berisiko seperti saham ke emas.

Analis komoditas global menyebut, secara teknikal harga emas dunia telah menembus level psikologis baru di kisaran USD 5.174 per troy ounce. Jika tren berlanjut, harga emas domestik berpotensi menguji level Rp3.050.000 hingga Rp3.150.000 per gram dalam beberapa pekan ke depan.

Regulasi Pajak Emas Batangan Terbaru 2026

Investor juga perlu memahami aturan perpajakan terbaru agar tidak salah perhitungan saat transaksi.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 51 Tahun 2025, pemerintah menyederhanakan mekanisme pajak perdagangan emas batangan.

Pajak Pembelian

Untuk pembelian emas batangan oleh konsumen akhir, tidak dikenakan PPh 22. Pajak sebesar 0,25 persen kini hanya dibebankan kepada Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Bullion Bank.

Kebijakan ini dinilai mendorong efisiensi pasar dan meningkatkan partisipasi investor ritel.

Baca Juga:  Harga Emas 22 Karat Hari Ini Sabtu 18 Oktober 2025: Cek Update Terbaru dan Grafik Lengkap

Pajak Buyback

Untuk transaksi penjualan kembali di atas Rp10 juta:

  • Pemilik NPWP dikenakan potongan 1,5 persen
  • Non-NPWP dikenakan potongan 3 persen

Namun, transaksi di bawah Rp10 juta kini dibebaskan dari potongan pajak. Kebijakan ini memberi ruang lebih besar bagi investor kecil untuk tetap likuid tanpa beban tambahan.

Risiko Investasi Emas yang Perlu Diperhatikan

Meski tren harga sedang bullish, emas tetap memiliki risiko.

Fluktuasi Data Ekonomi AS

Harga emas sangat sensitif terhadap data inflasi Amerika Serikat seperti PCE Core dan kebijakan suku bunga The Fed.

Jika suku bunga turun, emas biasanya menguat. Namun, jika data ekonomi AS lebih kuat dari perkiraan, pasar bisa melakukan aksi ambil untung yang menekan harga.

Risiko Penyimpanan Fisik

Bagi investor emas batangan fisik, keamanan menjadi perhatian utama. Risiko pencurian serta biaya sewa Safe Deposit Box (SDB) dapat mengurangi imbal hasil investasi.

Karena itu, penting mempertimbangkan biaya tambahan di luar harga beli.

Alternatif Investasi: Emas Digital dan Tabungan Emas

Tren emas digital semakin populer di 2026. Layanan seperti Pegadaian Digital memungkinkan masyarakat membeli emas mulai dari Rp10.000.

Platform yang terdaftar dan diawasi regulator perdagangan berjangka juga menawarkan kemudahan transaksi melalui aplikasi.

Keunggulan Emas Digital

  • Bisa dibeli dan dijual kapan saja
  • Tidak perlu menyimpan fisik
  • Modal awal sangat terjangkau
  • Cocok untuk strategi Dollar Cost Averaging (DCA)

Meski demikian, investor tetap disarankan memastikan platform yang digunakan terdaftar resmi dan memiliki sistem kustodian yang jelas.

Dampak bagi Investor dan Prospek ke Depan

Kenaikan Harga Emas Antam Hari Ini 24 Februari 2026 memperkuat posisi emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Dalam konteks diversifikasi portofolio, emas kerap menjadi penyeimbang saat pasar saham dan obligasi mengalami tekanan. Namun, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan profil risiko masing-masing.

Investor disarankan memantau rilis data ekonomi global, kebijakan bank sentral, serta perkembangan geopolitik sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar.

Dengan tren yang masih menguat dan dukungan regulasi pajak yang relatif ramah bagi investor ritel, emas tetap menjadi pilihan strategis di tahun 2026.

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138