Hendra Basir Dinonaktifkan FPTI Usai Dugaan Pelecehan Atlet, Fokus Asian Games 2026 Tetap Berjalan

MataBerita – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) resmi menonaktifkan sementara Pelatih Kepala Tim Nasional, Hendra Basir, menyusul munculnya dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap

redaksi 2

MataBerita – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) resmi menonaktifkan sementara Pelatih Kepala Tim Nasional, Hendra Basir, menyusul munculnya dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap sejumlah atlet Pelatnas. Keputusan ini diambil sebagai langkah cepat organisasi untuk menjaga integritas proses pemeriksaan sekaligus memastikan perlindungan atlet tetap menjadi prioritas.

Kasus ini mencuat setelah delapan atlet melaporkan dugaan perlakuan tidak menyenangkan yang mereka alami. Situasi tersebut langsung ditangani oleh jajaran pengurus pusat FPTI, termasuk pembentukan mekanisme pemeriksaan internal melalui Tim Pencari Fakta (TPF).

Meski diterpa isu serius, FPTI menegaskan persiapan menuju Asian Games 2026 tidak akan terganggu. Organisasi memastikan transisi kepelatihan berjalan cepat agar kondisi psikologis atlet tetap stabil dan fokus pada target prestasi internasional.

FPTI Resmi Nonaktifkan Hendra Basir

Keputusan penonaktifan Hendra Basir tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 0209/SKP/PP.NAS/II/2026 yang diterbitkan Pengurus Pusat FPTI.

Sekretaris Umum PP FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjaga objektivitas proses pemeriksaan.

“Kasus tersebut telah ditangani oleh para pihak yang memang berkompeten,” ujar Wahyu Pristiawan Buntoro, dikutip dari Antara, Selasa (24/2/2026).

Ia juga memastikan bahwa masa jabatan Hendra Basir memang berakhir pada 28 Februari 2026. Terlepas dari hasil investigasi, nama Hendra tidak lagi masuk dalam susunan pelatih terbaru tim nasional panjat tebing Indonesia.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Siapkan Gedung 40 Lantai untuk MUI di Bundaran HI, Ini Rencananya

Bertepatan dengan Akhir Masa Jabatan

Menurut Wahyu, momentum penonaktifan ini bertepatan dengan berakhirnya kontrak kepelatihan. Artinya, ke depan tim nasional akan dipimpin oleh jajaran pelatih baru sesuai surat keputusan yang telah diterbitkan.

Langkah ini dinilai penting untuk menghindari potensi konflik kepentingan selama proses investigasi berlangsung.

Dugaan Pelecehan dan Kekerasan Fisik di Pelatnas

Kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik ini dilaporkan terjadi pada 28 Januari 2026 di lingkungan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Panjat Tebing Indonesia.

Sebanyak delapan atlet disebut telah melaporkan langsung kejadian tersebut kepada Ketua Umum PP FPTI, Yenny Wahid. Laporan tersebut menjadi dasar awal organisasi mengambil tindakan administratif.

Proses Pemeriksaan oleh Tim Independen

FPTI menyerahkan penanganan kasus ini kepada Tim Pencari Fakta (TPF) serta Bidang Organisasi dan Hukum yang dipimpin Harry Pontoh.

Langkah ini sejalan dengan prinsip tata kelola organisasi olahraga modern yang mengedepankan transparansi dan perlindungan atlet. Dalam berbagai kesempatan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga menekankan pentingnya safe sport atau lingkungan olahraga yang aman dari kekerasan dan pelecehan.

Pendekatan independen dalam investigasi dinilai penting untuk menjaga kredibilitas hasil pemeriksaan dan mencegah intervensi.

Persiapan Asian Games 2026 Tetap Berjalan

Di tengah polemik ini, FPTI memastikan fokus utama tetap pada agenda internasional, termasuk Kualifikasi Asian Games 2026.

Wahyu Pristiawan menyampaikan bahwa mulai 3 Maret 2026, para atlet Pelatnas sudah berada di bawah arahan tim kepelatihan baru.

“Nanti tanggal tiga Maret, para atlet Pelatnas sudah di bawah tim kepelatihan yang baru serta mulai berlatih untuk menghadapi Kualifikasi Asian Games 2026,” ujarnya.

Konsolidasi Internal untuk Jaga Psikologis Atlet

FPTI mengakui bahwa isu ini berpotensi memengaruhi kondisi mental atlet. Karena itu, konsolidasi internal dilakukan secara intensif guna memastikan suasana latihan tetap kondusif.

Baca Juga:  Hari Ini BEM SI Turun ke Jalan Demo Tagih Janji Setahun Pemerintahan Prabowo

Dalam konteks olahraga prestasi, stabilitas psikologis atlet menjadi faktor krusial. Tekanan non-teknis seperti konflik internal atau isu hukum dapat berdampak pada performa jika tidak ditangani secara profesional.

Dengan sistem pembinaan yang sudah terbentuk, FPTI optimistis target medali di Asian Games 2026 tetap realistis untuk dicapai.

Komitmen Perlindungan Atlet Jadi Prioritas

Penonaktifan Hendra Basir dipandang sebagai langkah preventif sekaligus bentuk tanggung jawab organisasi. FPTI ingin memastikan proses hukum berjalan objektif tanpa tekanan.

Prinsip perlindungan atlet kini menjadi perhatian utama federasi olahraga di berbagai negara, terutama setelah meningkatnya kesadaran global terhadap isu kekerasan dalam olahraga.

Langkah cepat FPTI juga menjadi sinyal bahwa organisasi tidak menoleransi dugaan pelanggaran etik, terlebih yang menyangkut keselamatan atlet.

Dampak Terhadap Tim Nasional

Secara struktural, perubahan kepelatihan memang menimbulkan tantangan adaptasi. Namun, FPTI menyebut sistem pembinaan nasional sudah cukup matang sehingga transisi dapat dilakukan tanpa mengganggu program jangka panjang.

Terlebih, Indonesia memiliki tradisi kuat di cabang panjat tebing, khususnya nomor speed yang kerap menyumbang medali di ajang multievent.

Menanti Hasil Investigasi Resmi

Hingga kini, proses pemeriksaan masih berjalan. FPTI meminta semua pihak menunggu hasil investigasi resmi sebelum menarik kesimpulan.

Organisasi menegaskan bahwa asas praduga tak bersalah tetap dijunjung tinggi. Di sisi lain, perlindungan terhadap pelapor juga menjadi perhatian utama agar mereka merasa aman selama proses berlangsung.

Kasus Hendra Basir menjadi pengingat pentingnya sistem pengawasan dan mekanisme pengaduan yang jelas dalam lingkungan olahraga profesional. Ke depan, transparansi dan akuntabilitas akan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap federasi olahraga nasional.

Sementara itu, publik olahraga Tanah Air kini menaruh perhatian pada dua hal sekaligus: perkembangan investigasi dan kesiapan tim panjat tebing Indonesia menuju Asian Games 2026.

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138