Saham BBCA Direkomendasikan Beli Saat IHSG Berpotensi Koreksi, Simak Target Harganya

MataBerita – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Rabu (25/2), di tengah tekanan teknikal dan sentimen global yang masih fluktuatif. Meski

redaksi 2

MataBerita – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Rabu (25/2), di tengah tekanan teknikal dan sentimen global yang masih fluktuatif. Meski demikian, sejumlah analis justru melihat peluang pada beberapa emiten unggulan, termasuk Saham BBCA yang dinilai masih menarik untuk dikoleksi saat harga terkoreksi.

Pergerakan IHSG yang mulai memasuki fase koreksi dinilai sebagai bagian dari siklus sehat pasar. Sejumlah indikator teknikal memang menunjukkan pelemahan jangka pendek, tetapi momentum penguatan belum sepenuhnya hilang. Kondisi ini membuka ruang bagi investor untuk mencermati saham-saham berfundamental kuat.

Di tengah ketidakpastian tersebut, saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap menjadi perhatian pelaku pasar. Selain likuiditasnya tinggi, kinerja fundamental perseroan juga dinilai solid sehingga relatif tahan terhadap gejolak jangka pendek.

IHSG Diproyeksikan Koreksi, Ini Level Support dan Resistance

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memproyeksikan IHSG berpotensi membentuk fase koreksi lanjutan sebelum kembali melanjutkan tren penguatan.

Ia mencatat level support IHSG berada di area 8.160, 7.989 dan 7.835. Sementara itu, resistance berada di 8.527, 8.812 dan 8.992.

“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” ujar Ivan dalam risetnya.

Apa Itu Support dan Resistance?

Dalam analisis teknikal:

  • Support merupakan area harga terendah yang diyakini menjadi titik balik kenaikan karena meningkatnya minat beli.
  • Resistance adalah area harga tertinggi yang cenderung menahan kenaikan akibat aksi ambil untung.
Baca Juga:  Imlek 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Makna Tahun Kuda Api

Meski ada potensi koreksi jangka pendek, sinyal MACD yang masih menunjukkan kecenderungan positif menandakan peluang rebound tetap terbuka setelah tekanan mereda.

Saham BBCA Masih Menarik di Tengah Koreksi

Di tengah proyeksi pelemahan IHSG, Saham BBCA justru masuk dalam daftar rekomendasi beli.

Ivan merekomendasikan buy di rentang harga 7.000–7.150 dengan target harga terdekat di 8.175.

Sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, BBCA memiliki fundamental kuat dengan:

  • Rasio kredit bermasalah (NPL) relatif rendah
  • Permodalan solid
  • Likuiditas kuat
  • Konsistensi pertumbuhan laba

Berdasarkan laporan kinerja terakhir, sektor perbankan besar masih mencatat pertumbuhan kredit yang stabil seiring pemulihan konsumsi domestik. Hal ini membuat saham bank papan atas seperti BBCA kerap menjadi pilihan defensif saat pasar bergejolak.

Rekomendasi Saham Lain dari BinaArtha Sekuritas

Selain Saham BBCA, beberapa saham lain yang direkomendasikan antara lain:

  • PT Astra International Tbk (ASII) beli di 6.000–6.200, target 7.100
  • PT Indosat Tbk (ISAT) hold, target 2.480
  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA) beli di 2.550–2.580, target 2.730
  • PT United Tractors Tbk (UNTR) hold, target 32.000

Rekomendasi ini berbasis analisis teknikal jangka pendek dengan mempertimbangkan momentum pergerakan harga dan volume transaksi.

Analisis Phintraco: Koreksi Bisa Berlanjut

Pandangan berbeda datang dari analis Phintraco Sekuritas yang melihat peluang koreksi lanjutan IHSG.

Secara teknikal:

  • Histogram MACD mulai melemah
  • Terbentuk death cross Stochastic RSI di area overbought
  • IHSG ditutup di bawah MA5 sekitar 8.306

“Diperkirakan koreksi IHSG berpotensi berlanjut dan menguji support di kisaran 8.200–8.250,” tulis analis Phintraco dalam riset hariannya.

Adapun saham pilihan dari Phintraco antara lain:

  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
  • PT Adhi Karya Tbk (ADHI)
  • PT PP Tbk (PTPP)
  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
Baca Juga:  Saham IHSG Hari Ini 28 Februari 2026 Melemah 0,44 Persen, Transaksi Justru Melonjak

Sentimen Global Masih Membayangi Pasar

Dari sisi global, sejumlah faktor turut memengaruhi pergerakan IHSG:

  1. Bank Sentral China mempertahankan Loan Prime Rate (LPR) tenor 1 tahun di 3% dan tenor 5 tahun di 3,5%.
  2. Pelaku pasar menanti pidato Presiden AS Donald Trump terkait arah kebijakan tahunan pemerintahannya.
  3. Data GfK Consumer Confidence Jerman diperkirakan membaik.
  4. Inflasi kawasan euro Januari 2026 diproyeksikan melambat menjadi 1,7% secara tahunan.

Kombinasi sentimen ini membuat investor cenderung berhati-hati, terutama terhadap aset berisiko di emerging market termasuk Indonesia.

Strategi Investor di Tengah Volatilitas

Dalam kondisi pasar yang rawan koreksi, investor disarankan:

  • Fokus pada saham berfundamental kuat
  • Memanfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi bertahap
  • Mengelola risiko dengan disiplin cut loss
  • Tidak terpancing panic selling

Saham BBCA dinilai masih memiliki daya tarik jangka menengah hingga panjang, terutama bagi investor yang mengutamakan stabilitas dan kualitas aset.

Meski IHSG berpotensi melemah dalam jangka pendek, peluang penguatan kembali tetap terbuka jika level support mampu bertahan. Oleh karena itu, disiplin strategi dan selektivitas saham menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika pasar saat ini.

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138