Rusia Hujani Ukraina dengan 420 Drone dan 39 Rudal, Infrastruktur Energi Lumpuh

MataBerita – Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina dengan mengerahkan ratusan drone dan puluhan rudal dalam satu malam. Serangan ini tidak hanya menyasar wilayah

redaksi 2

MataBerita – Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina dengan mengerahkan ratusan drone dan puluhan rudal dalam satu malam. Serangan ini tidak hanya menyasar wilayah garis depan, tetapi juga ibu kota Kyiv dan sejumlah kota besar lainnya.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan bahwa total 420 drone dan 39 rudal diluncurkan oleh Rusia dalam gelombang serangan terbaru tersebut. Target utama adalah sektor energi dan infrastruktur penting yang menopang kebutuhan publik.

Akibat serangan ini, sedikitnya 20 orang dilaporkan terluka di wilayah timur dan selatan Ukraina. Bangunan tempat tinggal rusak, gardu listrik terdampak, dan ratusan rumah dilaporkan kehilangan pemanas di tengah situasi yang masih rentan akibat perang yang telah memasuki tahun kelima.

Rusia Luncurkan Serangan Skala Besar Sepanjang Malam

Serangan terjadi pada Kamis (26/2/2026) waktu setempat dan berlangsung sepanjang malam. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Reuters dan Al Arabiya, Rusia menggunakan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah, serta drone tempur untuk menghantam berbagai target strategis.

Kyiv sebagai ibu kota menjadi salah satu sasaran utama. Selain itu, kota Kharkiv di wilayah timur serta Zaporizhzhia di selatan juga menjadi titik serangan intensif.

Zelensky menyebut, serangan tersebut secara spesifik menargetkan sektor energi dan infrastruktur penting lainnya. Ia menegaskan bahwa puluhan korban luka termasuk anak-anak, dan kerusakan tercatat di sedikitnya delapan wilayah Ukraina.

Infrastruktur Energi Kembali Jadi Target

Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia memang meningkatkan tekanan terhadap jaringan energi Ukraina. Pembangkit listrik, gardu induk, hingga fasilitas gas menjadi sasaran berulang.

Baca Juga:  Menkeu Purbaya Segel 3 Gerai Tiffany & Co di Jakarta, Diduga Terkait Manipulasi Impor Barang Mewah

Di wilayah Poltava, infrastruktur gas dilaporkan menjadi target. Sementara di wilayah Kyiv dan Dnipro, gardu listrik mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Strategi ini dinilai sebagai upaya melemahkan ketahanan sipil Ukraina dengan memicu pemadaman listrik berkepanjangan. Serangan terhadap energi kerap berdampak domino: gangguan pemanas, suplai air bersih, hingga operasional fasilitas kesehatan.

Menurut pernyataan resmi Zelensky, pemerintah Ukraina terus berupaya memperbaiki jaringan energi yang rusak sembari memperkuat sistem pertahanan udara untuk mencegah dampak lebih luas.

Korban Luka dan Kerusakan di Berbagai Wilayah

Dampak serangan paling terasa di wilayah timur dan selatan.

Kharkiv: Anak 7 Tahun Jadi Korban Luka

Gubernur Kharkiv, Oleh Syniehubov, melalui Telegram menyampaikan bahwa sedikitnya 14 orang terluka di wilayahnya, termasuk seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun.

Ia merinci bahwa kota tersebut dihantam dua rudal dan 17 drone. Sejumlah bangunan tempat tinggal mengalami kerusakan cukup parah, memaksa warga mencari perlindungan darurat.

Syniehubov menegaskan bahwa layanan darurat segera diterjunkan untuk mengevakuasi warga dan memeriksa struktur bangunan yang terdampak.

Zaporizhzhia: 19 Gedung Apartemen Rusak

Di selatan, Gubernur Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, melaporkan sedikitnya tujuh orang terluka akibat serangan drone Rusia.

Menurut Fedorov, 19 gedung apartemen mengalami kerusakan, sementara sekitar 500 rumah tidak lagi memiliki pemanas akibat gangguan infrastruktur. Ia juga mempublikasikan foto-foto yang menunjukkan dinding berlubang, bangunan runtuh, serta toko-toko yang hancur.

Kerusakan pada sistem pemanas menjadi isu krusial, terutama mengingat banyak wilayah Ukraina masih menghadapi suhu dingin di akhir musim dingin.

Kyiv: Puing Rudal Rusak Bangunan

Otoritas di Kyiv melaporkan sejumlah bangunan di tiga distrik mengalami kerusakan akibat puing-puing rudal dan drone yang berhasil dicegat sistem pertahanan udara.

Baca Juga:  Viral Baliho Horor "Aku Harus Mati" Bikin Resah Warga Jakarta, Satpol PP Akhirnya Turun Tangan!

Meskipun tidak semua proyektil mencapai targetnya, serpihan yang jatuh tetap menimbulkan kerusakan pada properti warga.

Pola Serangan Rusia dan Dampaknya

Serangan terbaru ini mempertegas pola yang berkembang dalam beberapa bulan terakhir. Rusia secara konsisten memfokuskan serangan pada infrastruktur energi Ukraina, terutama menjelang dan selama musim dingin.

Pendekatan ini dinilai sebagai bagian dari strategi perang untuk melemahkan moral publik dan menekan kemampuan operasional pemerintah Ukraina. Dengan merusak pembangkit listrik dan jaringan distribusi, dampaknya meluas ke berbagai sektor kehidupan.

Para analis militer menyebut bahwa penggunaan drone dalam jumlah besar juga menunjukkan taktik “swarm attack” atau serangan berkelompok untuk membanjiri sistem pertahanan udara.

Pemerintah Ukraina sendiri menyatakan terus meningkatkan koordinasi dengan mitra internasional guna memperkuat sistem pertahanan udara dan mempercepat perbaikan jaringan energi.

Situasi Perang Memasuki Tahun Kelima

Serangan ini terjadi saat Ukraina memasuki tahun kelima konflik bersenjata dengan Rusia. Warga sipil di berbagai wilayah harus beradaptasi dengan ancaman serangan udara yang kerap datang pada malam hari.

Meskipun demikian, pemerintah Ukraina menegaskan bahwa layanan publik tetap berjalan dan upaya pemulihan dilakukan secepat mungkin setelah setiap serangan.

Zelensky dalam pernyataannya menekankan bahwa ketahanan warga menjadi kunci bertahannya negara di tengah tekanan militer yang terus berlanjut.

“Kami terus bekerja untuk melindungi infrastruktur vital dan warga kami,” demikian ringkasan pernyataan resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi pemerintah.

Kesimpulan

Gelombang serangan Rusia dengan 420 drone dan 39 rudal menunjukkan eskalasi signifikan dalam konflik yang belum menunjukkan tanda mereda. Infrastruktur energi kembali menjadi sasaran utama, memicu kerusakan luas dan korban luka di berbagai wilayah.

Dampaknya tidak hanya bersifat militer, tetapi juga kemanusiaan. Kerusakan bangunan tempat tinggal, gangguan pemanas, hingga ancaman terhadap anak-anak memperlihatkan betapa kompleksnya situasi yang dihadapi Ukraina saat ini.

Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan pertahanan udara Ukraina serta dinamika politik dan militer di kawasan.

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138