IHSG Anjlok Lagi! Ini Penyebab dan Saham yang Paling Terpukul Hari Ini

Mataberita.co.id – IHSG anjlok kembali membuka perdagangan Rabu, 4 Maret 2026 dengan tekanan yang cukup dalam. Belum ada tanda-tanda pemulihan yang berarti justru sebaliknya, pelemahan

Redaksi

IHSG Anjlok Lagi! Ini Penyebab dan Saham yang Paling Terpukul Hari Ini

Mataberita.co.idIHSG anjlok kembali membuka perdagangan Rabu, 4 Maret 2026 dengan tekanan yang cukup dalam. Belum ada tanda-tanda pemulihan yang berarti justru sebaliknya, pelemahan hari ini melanjutkan tren koreksi yang sudah berlangsung beberapa hari terakhir. Dalam waktu kurang dari 30 menit setelah pasar dibuka, indeks sudah kehilangan lebih dari 200 poin.

Ini bukan kejatuhan yang tiba-tiba. Sehari sebelumnya IHSG sudah turun 0,96%, dan dua hari sebelumnya mencatat penurunan tajam sebesar 2,65%. Artinya, dalam tiga hari berturut-turut pasar saham Indonesia terus tertekan tanpa ada jeda pemulihan yang signifikan. Kondisi ini wajar membuat banyak investor baik ritel maupun institusional mulai was-was.

Apa sebenarnya yang sedang terjadi? Apakah ini hanya koreksi teknikal biasa, atau ada faktor-faktor yang lebih serius di baliknya? Dan saham-saham mana saja yang paling dalam terhantam? Semua jawabannya dibahas lengkap di artikel ini.

Seberapa Dalam IHSG Anjlok Hari Ini?

Dalam waktu kurang dari 30 menit sejak pasar dibuka pagi ini, IHSG kehilangan 202 poin atau turun 2,55% ke level 7.736,92. Angka ini menunjukkan tekanan jual yang masih sangat kuat di lantai bursa.

Kondisi Pasar Secara Keseluruhan

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 561 saham tercatat turun, hanya 105 saham yang naik, dan 168 saham tidak bergerak. Komposisi ini mencerminkan dominasi aksi jual yang masif hampir di seluruh lini. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 5,97 triliun, melibatkan 11,07 miliar saham dalam 693.762 kali transaksi.

Saham ENRG, BUMI, dan MEDC tercatat sebagai yang paling ramai ditransaksikan. Sementara itu, seluruh sektor perdagangan kompak berada di zona merah. Sektor infrastruktur dan barang baku mencatatkan koreksi paling dalam, sedangkan sektor kesehatan dan energi menjadi yang paling tahan banting dengan penurunan paling minimal.

Baca Juga:  Saham IHSG Anjlok: Apa Penyebabnya dan Kapan Akan Rebound?

Saham-Saham yang Paling Membebani IHSG

Hari ini, saham-saham blue chip dan emiten milik konglomerat besar menjadi penekan utama kinerja IHSG. Seluruh saham milik Prajogo Pangestu kompak melemah, begitu pula saham-saham milik konglomerat lain seperti Hapsoro, Aguan, Bakrie, Hary Tanoe, hingga Garibaldi ‘Boy’ Thohir.

Daftar 10 Saham Penekan IHSG Terbesar

Berikut adalah sepuluh saham yang memberikan tekanan terbesar terhadap pergerakan IHSG pagi ini berdasarkan poin penurunannya. Barito Renewables Energy (BREN) memimpin dengan tekanan minus 15,73 poin, diikuti Amman Mineral Internasional (AMMN) minus 10,62 poin, dan Telkom Indonesia (TLKM) minus 10,52 poin.

Di posisi berikutnya ada Bank Mandiri (BMRI) minus 10,09 poin, Bumi Resources Minerals (BRMS) minus 9,70 poin, dan Chandra Asri Pacific (TPIA) minus 8,29 poin. Tiga bank besar lainnya juga ikut tertekan: Bank Central Asia (BBCA) minus 7,10 poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) minus 6,29 poin. Melengkapi daftar ini adalah Merdeka Gold Resources (MDKA) minus 5,96 poin dan VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) minus 5,61 poin.

Emiten tambang emas secara keseluruhan juga kompak melemah dan turut berkontribusi signifikan terhadap pelemahan indeks hari ini.

Faktor Dalam Negeri: Respons OJK terhadap Tuntutan MSCI

Di tengah tekanan pasar, ada perkembangan penting dari dalam negeri yang patut dicermati. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sejumlah langkah terbaru dalam upaya memenuhi tuntutan dari penyedia indeks global MSCI sebuah upaya yang berpotensi memperkuat kepercayaan investor asing dalam jangka menengah.

Tiga Pembaruan Penting dari OJK dan KSEI

Pertama, regulator dan SRO telah melakukan pemutakhiran terkait pengungkapan data pemegang saham dengan kepemilikan lebih dari 1%. Untuk pertama kalinya, KSEI mengungkapkan kepemilikan saham investor dengan porsi di atas 1% per 27 Februari 2026 yang disampaikan pada Selasa 3 Maret kemarin.

Kedua, proses reklasifikasi pemegang saham dari 9 tipe investor menjadi 27 tipe investor sedang dikejar oleh KSEI dan Anggota Bursa, dengan progres yang sudah mencapai 94%. Ketiga, terkait kenaikan free float minimum dari 7,5% menjadi 15%, prosesnya masih berjalan di internal BEI sebelum kemudian disetujui OJK untuk segera diberlakukan.

Baca Juga:  Hans Patuwo Resmi Pimpin GoTo: Kembalinya Andre Soelistyo Warnai Perombakan Manajemen

OJK juga mengumumkan akan menghadirkan shareholder concentration list, sebuah fitur yang akan memudahkan investor dalam mempertimbangkan risiko konsentrasi kepemilikan saham di pasar.

Tekanan Global: Konflik Timur Tengah dan Pasar Asia yang Ikut Tertekan

IHSG anjlok hari ini tidak bisa dilepaskan dari konteks global yang juga sedang bergejolak. Pasar keuangan Asia-Pasifik secara keseluruhan mengalami tekanan seiring dengan memanasnya konflik di Timur Tengah.

Pasar Asia Kompak Melemah

Indeks Kospi Korea Selatan turun tajam 7,24% pada hari yang sama, melanjutkan aksi jual dari hari sebelumnya yang sudah mencatat penurunan terburuk dalam 19 bulan. Indeks S&P/ASX 200 Australia memulai hari dengan penurunan 1,81%, sementara Nikkei 225 Jepang kehilangan 1,59% dan Topix turun 1,61%.

Perhatian investor Asia juga tertuju pada pertemuan parlemen tahunan Tiongkok yang disebut “Dua Sesi”, di mana Perdana Menteri Li Qiang akan mengumumkan serangkaian target ekonomi yang ditunggu-tunggu banyak pihak.

Selat Hormuz dan Lonjakan Harga Minyak

Salah satu faktor yang paling menggoyang pasar global hari ini adalah eskalasi konflik di sekitar Selat Hormuz. Seorang komandan senior Garda Revolusi Iran menyatakan jalur strategis tersebut telah ditutup dan memperingatkan kapal-kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran.

Merespons hal ini, Presiden AS Donald Trump menyatakan Angkatan Laut AS siap mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz jika diperlukan. Ketegangan ini langsung mendorong harga minyak naik: minyak mentah berjangka AS naik 0,87% ke level 75,21 dolar per barel, sementara Brent melonjak 5,43% ke 81,96 dolar per barel.

Wall Street Pun Ikut Bergejolak

Semalam di Amerika Serikat, pasar saham juga tidak luput dari guncangan. Dow Jones Industrial Average kehilangan 403,51 poin atau turun 0,83% ke 48.501,27. S&P 500 turun 0,94% ke 6.816,63, sementara Nasdaq Composite melemah 1,02% ke 22.516,69. Pada titik terendahnya, Dow Jones bahkan sempat anjlok lebih dari 1.200 poin dalam satu sesi perdagangan.

IHSG anjlok dalam beberapa hari terakhir adalah cerminan dari kombinasi tekanan global dan dinamika pasar domestik yang sedang dalam masa transisi kebijakan. Bagi investor, kondisi seperti ini memang tidak nyaman tapi justru di sinilah pentingnya strategi investasi yang matang dan tidak panik mengikuti sentimen sesaat. Apakah ini saat yang tepat untuk masuk atau justru wait and see? Pantau terus analisis pasar terbaru dan jangan lewatkan update IHSG berikutnya hanya di sini!

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138