Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak pagi kembali membawa cerita lama yang seakan tak pernah benar-benar pergi. Air menggenang di sejumlah wilayah, lalu lintas mulai melambat, dan warga pun kembali dibuat waspada. Di awal pekan ini, banjir Jakarta kembali muncul sebagai perhatian utama.
Bagi sebagian orang, genangan air mungkin hanya sebatas jalanan yang sulit dilalui. Tapi bagi warga yang tinggal di wilayah rawan, hujan lebat bisa berarti rumah kemasukan air, aktivitas terganggu, hingga risiko kesehatan yang meningkat. Karena itu, informasi terkini soal kondisi banjir menjadi sangat penting.
Pada Senin, 12 Januari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta merilis data terbaru mengenai wilayah yang terdampak banjir. Angkanya memang belum sebesar banjir besar, tetapi cukup untuk membuat banyak pihak siaga.
Data Terbaru Banjir Jakarta dari BPBD
BPBD DKI Jakarta mencatat ada enam rukun tetangga (RT) dan empat ruas jalan yang tergenang akibat hujan deras dan luapan sungai. Wilayah terdampak tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara, dua kawasan yang memang kerap menjadi langganan genangan saat curah hujan tinggi.
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI, Mohamad Yohan, yang menegaskan bahwa seluruh titik genangan saat ini masih dalam proses penanganan.
Wilayah Jakarta Selatan yang Terdampak
Di Jakarta Selatan, terdapat enam RT yang terdampak banjir. Salah satunya berada di Kelurahan Duren Tiga dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter. Genangan setinggi ini tentu cukup mengganggu aktivitas warga, terutama di lingkungan pemukiman.
Selain itu, tiga RT di Kelurahan Pasar Minggu juga terendam akibat curah hujan yang tinggi serta luapan Kali Krukut. Sungai ini memang sering menjadi penyebab genangan ketika debit air meningkat tajam dalam waktu singkat.
Genangan di Jakarta Utara
Sementara itu, Jakarta Utara juga tak luput dari banjir. Dua RT di Kelurahan Tanjung Priok dilaporkan tergenang dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter. Meski relatif lebih rendah dibanding Jakarta Selatan, genangan ini tetap cukup menghambat aktivitas warga dan kendaraan.
Empat Ruas Jalan di Jakarta Ikut Tergenang
Selain kawasan pemukiman, beberapa ruas jalan di ibu kota juga terdampak banjir Jakarta kali ini. Empat titik yang tercatat BPBD antara lain berada di Rawa Badak Utara, Tugu Utara, Rorotan, dan Tanjung Priok.
Dampak Terhadap Mobilitas Warga
Jalan yang tergenang tentu bukan hanya soal air di aspal. Genangan bisa menyebabkan kemacetan, kendaraan mogok, hingga risiko kecelakaan. Bagi pekerja yang harus berangkat pagi atau warga yang beraktivitas di luar rumah, kondisi ini jelas menyulitkan.
Beberapa pengendara terpaksa mencari jalur alternatif, sementara sebagian lainnya memilih menunggu hingga air surut. Situasi seperti ini kerap terjadi setiap kali hujan deras mengguyur Jakarta dalam waktu lama.
Upaya BPBD Mengatasi Banjir Jakarta
Untuk menangani situasi ini, BPBD DKI Jakarta langsung mengerahkan personel ke lapangan. Mereka bekerja sama dengan berbagai dinas terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.
Penyedotan dan Normalisasi Aliran Air
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah penyedotan air di titik-titik genangan. Petugas juga memastikan tali-tali air atau saluran drainase berfungsi dengan baik agar aliran air tidak terhambat.
Koordinasi dengan lurah dan camat setempat juga dilakukan untuk memastikan bantuan dan kebutuhan dasar warga yang terdampak bisa segera terpenuhi. Targetnya jelas, genangan harus cepat surut agar aktivitas warga bisa kembali normal.
Kenapa Banjir Jakarta Masih Terjadi?
Pertanyaan ini sering muncul setiap kali hujan deras turun. Meski berbagai proyek pengendalian banjir sudah dilakukan, Jakarta tetap memiliki tantangan besar.
Curah Hujan Tinggi dan Sungai yang Meluap
Salah satu penyebab utama adalah curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat. Ketika hujan turun deras, debit air di sungai seperti Kali Krukut meningkat drastis. Jika kapasitas sungai dan drainase tidak mampu menampungnya, air pun meluap ke pemukiman.
Permasalahan Drainase Perkotaan
Selain faktor alam, masalah drainase juga masih menjadi pekerjaan rumah. Saluran yang tersumbat sampah atau sedimentasi membuat air sulit mengalir, sehingga genangan lebih mudah terbentuk.
Imbauan untuk Warga Jakarta
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir Jakarta susulan, terutama jika hujan masih terus turun. Warga yang tinggal di daerah rawan sebaiknya menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.
Jika terjadi keadaan darurat, warga bisa menghubungi nomor 112. Layanan ini gratis dan beroperasi 24 jam, sehingga dapat diandalkan untuk meminta bantuan cepat.
Waspada Hari Ini, Siap untuk Besok
Banjir mungkin sudah menjadi bagian dari cerita panjang Jakarta, tetapi bukan berarti kita harus pasrah. Dengan informasi yang cepat, penanganan yang sigap, dan kesadaran warga, dampak banjir Jakarta bisa ditekan seminimal mungkin.
Jika kamu tinggal atau beraktivitas di wilayah terdampak, tetaplah waspada dan ikuti informasi terbaru dari pihak berwenang. Jangan ragu untuk mencari bantuan jika situasi memburuk. Semoga hujan segera mereda dan aktivitas ibu kota bisa kembali berjalan normal.








