Hujan yang mengguyur Jakarta sejak malam hari kembali membawa dampak serius bagi aktivitas warga. Pagi ini, sejumlah ruas jalan di ibu kota dilaporkan tergenang banjir, membuat lalu lintas tersendat dan mobilitas warga terganggu di berbagai titik.
Fenomena banjir Jakarta memang bukan hal baru. Namun, setiap kejadian tetap menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi warga yang harus berangkat kerja, mengantar anak sekolah, atau menjalankan aktivitas harian lainnya. Genangan air di jalanan kerap memicu kemacetan panjang dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Lalu, seberapa parah kondisi banjir Jakarta pagi ini? Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan bahwa genangan masih terjadi di banyak lokasi, dengan ketinggian air yang cukup bervariasi.
14 Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir
BPBD DKI Jakarta mencatat, hingga Jumat pagi (23/1/2026), sebanyak 14 ruas jalan di Jakarta masih terendam banjir. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.
Menurut Yohan, genangan air di belasan ruas jalan tersebut memiliki ketinggian mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 65 sentimeter. Kondisi ini tentu cukup mengganggu, terutama bagi kendaraan roda dua dan mobil berjenis rendah.
Penyebab Genangan Masih Bertahan
Genangan banjir Jakarta kali ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Curah hujan yang tinggi dalam waktu cukup lama menjadi pemicu utama. Selain itu, sistem drainase yang belum optimal di beberapa wilayah juga memperlambat surutnya air.
Di kawasan padat penduduk, limpasan air dari pemukiman sering kali mengalir ke jalan utama. Akibatnya, meskipun hujan sudah reda, air masih tertahan dan menyebabkan genangan cukup lama.
Daftar Lengkap 14 Ruas Jalan Terdampak Banjir Jakarta
Berikut rincian 14 ruas jalan di Jakarta yang masih terendam banjir, lengkap dengan lokasi dan ketinggian air berdasarkan data BPBD:
Wilayah Jakarta Barat
Jakarta Barat menjadi wilayah dengan jumlah titik genangan terbanyak pagi ini.
- Jl. Srengseng Raya, Kelurahan Srengseng – ketinggian air sekitar 25 cm
- Jl. Daan Mogot KM 13 (Seberang Victoria/Pabrik Gelas), Kelurahan Cengkareng Timur – 30 cm
- Jl. Pertenakan 2 RT 06/RW 07, Kelurahan Kapuk – 20 cm
- Jl. Gotong Royong RT 06/RW 08, Kelurahan Kapuk – 40 cm
- Jl. Kapuk Bongkaran RT 022/RW 012, Kelurahan Kapuk – 40 cm
- Depan RS Soeharto Heerdjan, Jl. Prof. Dr. Latumeten No. 1, Kelurahan Jelambar – 10 cm
- Jl. Taman Kota, Kelurahan Kedaung Kali Angke – 20 cm
- Perumahan BTN Jl. Delima VIII, Kelurahan Kembangan Utara – 35 cm
- Jl. Strategi Raya, Kelurahan Joglo – 65 cm
- Jl. Basoka Raya, Kelurahan Joglo – 65 cm
Wilayah Jakarta Selatan
Genangan di Jakarta Selatan juga cukup signifikan dan berdampak pada akses jalan warga.
- Jl. Pulo Raya IV RT 6/RW 1 (akses jalan), Kelurahan Petogogan – 50 cm
Wilayah Jakarta Timur
Sementara itu, Jakarta Timur mencatat beberapa titik dengan genangan cukup tinggi.
- Jl. Raya Cipinang Indah, Kelurahan Pondok Bambu – 40 cm
- Jl. Kebon Pala II RW 04, Kelurahan Kebon Pala – 60 cm
- Jl. Kebon Pala II RW 05, Kelurahan Kebon Pala – 40 cm
Banjir Jakarta Tak Hanya Rendam Jalan, Ratusan RT Terdampak
Tak hanya ruas jalan, banjir Jakarta juga merendam ratusan RT yang tersebar di berbagai wilayah. Data BPBD mencatat dampak banjir meluas hingga kawasan permukiman warga.
Sebaran RT Terdampak Banjir
Berikut rincian wilayah yang masih terdampak banjir:
- Jakarta Barat: 38 RT
- Jakarta Selatan: 55 RT
- Jakarta Timur: 30 RT
- Jakarta Utara: 2 RT
Sementara itu, BPBD memastikan wilayah Jakarta Pusat sudah bebas dari genangan dan kondisi dinyatakan surut sepenuhnya.
Dampak Banjir Jakarta terhadap Aktivitas Warga
Genangan air di jalan dan pemukiman jelas berdampak pada aktivitas masyarakat. Banyak pengendara terpaksa mencari jalur alternatif untuk menghindari jalan yang tergenang. Tak sedikit pula warga yang memilih menunda perjalanan karena khawatir kendaraan mogok.
Di sisi lain, banjir juga meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Air banjir yang bercampur lumpur dan sampah dapat menjadi sumber penyakit jika tidak ditangani dengan cepat.
Imbauan untuk Warga Jakarta
BPBD DKI Jakarta mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Warga diminta untuk:
- Menghindari melintasi ruas jalan yang tergenang cukup dalam
- Memantau informasi resmi dari BPBD dan pemerintah daerah
- Segera melapor jika menemukan genangan baru di lingkungan sekitar
Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak banjir Jakarta yang kerap terjadi saat musim hujan.
Banjir Jakarta kembali menjadi pengingat bahwa persoalan genangan air masih menjadi tantangan besar di ibu kota. Dengan 14 ruas jalan dan ratusan RT terdampak, koordinasi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan agar dampaknya bisa ditekan.
Ke depan, perbaikan sistem drainase, pengelolaan lingkungan, dan kesadaran bersama menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir. Pantau terus perkembangan kondisi cuaca dan informasi terbaru agar aktivitas tetap aman dan terkendali.








