Bandung Ricuh di Malam May Day 2026: Massa Berpakaian Hitam Bakar Pos Polisi

Peringatan Hari Buruh atau May Day 2026 di Kota Bandung tidak berakhir dengan damai. Pada Jumat malam, 1 Mei 2026, kericuhan pecah di simpang Jalan

Redaksi

Bandung ricuh malam May Day 2026! Massa berpakaian hitam bakar pos polisi di Jalan Cikapayang. Kapolda Jabar sebut mereka kelompok kriminal. Cek faktanya!

Peringatan Hari Buruh atau May Day 2026 di Kota Bandung tidak berakhir dengan damai. Pada Jumat malam, 1 Mei 2026, kericuhan pecah di simpang Jalan Cikapayang dan Jalan Tamansari setelah sekelompok massa berpakaian serba hitam dan bertutup muka tiba-tiba melancarkan aksi perusakan. Ban-ban dibakar, dan yang lebih mengejutkan, sebuah pos polisi pun ikut dilalap api oleh massa yang tidak teridentifikasi tersebut.

Bandung ricuh menjadi sorotan nasional di tengah peringatan May Day yang di banyak daerah lain berlangsung tertib dan damai. Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Setiawan, langsung turun tangan menyikapi insiden ini. Ia menegaskan bahwa kelompok yang terlibat kericuhan bukan bagian dari gerakan buruh yang melakukan demonstrasi secara resmi, melainkan kelompok yang disebutnya sebagai kelompok kriminal yang sengaja menyusup dan membuat kerusuhan.

Aparat kepolisian bergerak cepat membubarkan massa dan mengamankan sejumlah pelaku yang terlibat dalam aksi perusakan. Situasi di lokasi kini sudah kembali kondusif, namun pertanyaan besar tetap menggantung: siapa sebenarnya kelompok berpakaian hitam ini, dan apa motif di balik aksi mereka malam itu?

Kronologi Kericuhan di Bandung Malam May Day

Untuk memahami bagaimana kericuhan ini bisa terjadi, perlu ditelusuri rangkaian kejadian yang berlangsung sepanjang Jumat malam tersebut. Aksi demonstrasi peringatan Hari Buruh sebenarnya sudah berlangsung sejak siang hari di depan Gedung DPRD Jawa Barat, diikuti oleh massa mahasiswa yang menyampaikan aspirasi mereka secara tertib.

Masalah dimulai ketika massa mahasiswa mulai membubarkan diri setelah aksi resmi berakhir. Di saat itulah kelompok berpakaian hitam yang sebelumnya berbaur dalam kerumunan mulai bergerak secara terpisah menuju simpang Jalan Cikapayang dan Jalan Tamansari.

Baca Juga:  Video Viral Alumni LPDP Pamer Paspor Inggris Anak, Dwi Sasetyaningtyas Minta Maaf

Di lokasi tersebut, situasi langsung berubah drastis. Massa mulai membakar ban di jalan, menciptakan kobaran api dan kepulan asap hitam yang membuat suasana semakin mencekam. Puncaknya, sebuah pos polisi yang berada di kawasan tersebut ikut dibakar oleh kelompok yang sama.

Identitas Kelompok Masih Belum Jelas

Kapolda Jabar Irjen Rudy Setiawan menggambarkan kelompok ini dengan sangat spesifik dalam pernyataannya kepada wartawan.

“Ini kelompok masyarakat yang tidak dikenal dengan pakaian hitam, tutup muka, membawa molotov, dan melakukan perusakan-perusakan fasilitas umum,” tutur Rudy.

Penggunaan pakaian serba hitam, penutup muka, dan molotov menunjukkan bahwa kehadiran mereka dalam aksi May Day memang bukan sebuah kebetulan. Ada persiapan yang dilakukan sebelumnya. Namun identitas dan afiliasi mereka masih menjadi pertanyaan yang sedang diselidiki oleh pihak kepolisian.

Kapolda Tegas: Ini Kelompok Kriminal

Irjen Rudy Setiawan tidak ragu dalam mengkategorikan kelompok yang terlibat kericuhan ini. Ia secara tegas menyebutnya sebagai kelompok kriminal yang tindakannya sangat membahayakan keselamatan umum dan merusak fasilitas publik.

“Ini sangat membahayakan sekali. Apa yang dilakukan oleh mereka. Maka saya mengatakan bahwa ini kelompok-kelompok kriminal,” jelas Rudy.

Penegasan ini penting untuk memisahkan secara jelas antara gerakan buruh yang berdemonstrasi secara sah dan konstitusional dengan kelompok yang justru memanfaatkan momen May Day untuk melancarkan aksi perusakan. Rudy juga menekankan perbedaan situasi Bandung dengan daerah lain seperti Sumedang yang peringatan Hari Buruhnya berlangsung tertib dan damai.

Proses Hukum Sudah Berjalan

Kepolisian tidak tinggal diam. Sejumlah pelaku yang terlibat dalam aksi kericuhan tersebut sudah berhasil diamankan, meski Kapolda belum merinci jumlah pastinya saat memberikan keterangan kepada wartawan.

“Kita mengimbau untuk mereka membubarkan diri. Dan tentunya kami mengamankan para pelaku-pelaku yang melakukan perusakan,” sambung Rudy.

Baca Juga:  Lucky Widja Sakit Apa? Fakta Penyakit TB Ginjal yang Diderita Vokalis Element Sebelum Meninggal

Lebih jauh, Rudy menegaskan bahwa para pelaku yang sudah diamankan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.

“Itu suatu perbuatan tidak pidana. Dan tentunya kami akan proses sesuai hukum berlaku,” tegas Rudy.

Pembakaran pos polisi dan fasilitas umum lainnya adalah tindak pidana serius yang bisa dikenakan sejumlah pasal berlapis, mulai dari pengrusakan fasilitas umum hingga pembakaran yang membahayakan keselamatan jiwa orang lain.

Situasi Kembali Kondusif

Pasca pembubaran paksa oleh aparat, situasi di simpang Jalan Cikapayang dan Jalan Tamansari berangsur-angsur kembali normal. Rudy memastikan bahwa kondisi di lokasi kini sudah kondusif dan mengimbau seluruh masyarakat Bandung untuk tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh insiden tersebut.

Kehadiran aparat kepolisian yang cepat dan tegas dalam merespons kericuhan ini berhasil mencegah situasi berkembang lebih jauh dan menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan yang lebih parah.

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138