Gempa Pancitan Guncang DIY, Bantul Jadi Wilayah Terdampak Paling Parah

Gempa bumi kembali mengingatkan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Getaran yang berasal dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, terasa cukup

Redaksi

Gempa Pancitan Guncang DIY, Bantul Jadi Wilayah Terdampak Paling Parah

Gempa bumi kembali mengingatkan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Getaran yang berasal dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, terasa cukup kuat hingga memicu kepanikan di sejumlah wilayah DIY, khususnya Kabupaten Bantul.

Dalam hitungan jam setelah kejadian, laporan dampak mulai berdatangan. Rumah warga mengalami kerusakan, fasilitas umum terdampak, hingga puluhan warga harus mendapatkan penanganan medis. Situasi ini membuat banyak pihak bertanya-tanya, seberapa besar sebenarnya dampak gempa Pacitan terhadap wilayah DIY?

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY pun bergerak cepat melakukan pendataan dan koordinasi lintas sektor. Data sementara menunjukkan bahwa Bantul menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan akibat gempa Pancitan tersebut.

Dampak Gempa Pancitan Terhadap Wilayah DIY

Gempa Pacitan yang terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026, memberikan dampak nyata di sejumlah daerah DIY. Berdasarkan laporan resmi BPBD DIY, Kabupaten Bantul tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling parah dibanding daerah lain.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menyampaikan bahwa hingga data terakhir dihimpun, puluhan warga harus dirujuk ke rumah sakit akibat luka maupun kondisi darurat pascagempa.

Puluhan Warga Dirujuk ke Rumah Sakit

Sekitar 40 orang dilaporkan membutuhkan penanganan medis lanjutan dan dirujuk ke berbagai fasilitas kesehatan. Mayoritas pasien rujukan berasal dari Kabupaten Bantul, yang merasakan guncangan cukup kuat saat gempa Pancitan terjadi.

Berikut sebaran rumah sakit yang menangani korban rujukan:

Baca Juga:  Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 22 Oktober 2025 untuk 24 Karat & 22 Karat Naik Signifikan

RSU PKU Muhammadiyah Bantul menangani 9 pasien, sementara RSUD Panembahan Senopati Kabupaten Bantul merawat 6 orang. RS Rajawali Citra di Kecamatan Banguntapan menerima 6 pasien, disusul RS Nur Hidayah di Kecamatan Jetis yang menangani 3 pasien.

Di wilayah Sleman, Rumah Sakit Akademik UGM merawat 2 orang, sedangkan RSUD Prambanan menerima 4 pasien. Sementara itu, RSUD Saras Adyatma Bambanglipuro di Bantul menangani 3 orang dan RSIY PDHI merawat 3 pasien.

Selain rumah sakit utama, beberapa fasilitas kesehatan lain seperti RSU Permata Husada Bantul, RSU St Elisabeth, RS Universitas Islam Indonesia (UII), serta Puskesmas Sanden masing-masing menangani satu pasien rujukan.

Kerusakan Infrastruktur di Kabupaten Bantul

Tak hanya berdampak pada kesehatan warga, gempa Pacitan juga menyebabkan kerusakan fisik di berbagai titik. BPBD DIY mencatat dampak gempa di Kabupaten Bantul tersebar di 10 kepanewan atau kecamatan.

Kerusakan tersebut meliputi delapan titik rumah warga, dua lokasi tempat ibadah, satu fasilitas pemerintahan, dua fasilitas pendidikan, serta satu fasilitas kesehatan. Meski jumlahnya masih tergolong terbatas, potensi kerusakan lanjutan tetap perlu diantisipasi, terutama jika terjadi gempa susulan.

Dampak Gempa di Wilayah Lain DIY

Selain Kabupaten Bantul, dampak gempa Pancitan juga dirasakan di wilayah lain meski dalam skala lebih kecil. Di Kota Yogyakarta, kerusakan dilaporkan terjadi di Kecamatan Umbulharjo, tepatnya pada bagian atap Balai Kampung.

Sementara itu, hingga laporan terakhir diterima, Kabupaten Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul belum melaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan signifikan akibat gempa tersebut. Namun, BPBD DIY tetap melakukan pemantauan dan pembaruan data secara berkala.

Upaya BPBD DIY dan Imbauan kepada Masyarakat

BPBD DIY menegaskan bahwa proses pendataan masih terus berlangsung. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, rumah sakit, dan relawan lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh dampak gempa Pacitan dapat teridentifikasi dengan baik.

Baca Juga:  RUPSLB Bank Mandiri Digelar Hari Ini, Bahas AD, RKAP 2026, hingga Perombakan Pengurus

Agustinus Ruruh Haryata juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta untuk tidak panik, tetapi tetap mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan memastikan keselamatan diri serta keluarga.

Pentingnya Kesiapsiagaan Menghadapi Gempa

Peristiwa gempa Pancitan ini kembali menegaskan bahwa wilayah DIY termasuk daerah rawan gempa. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko korban dan kerugian.

Langkah sederhana seperti mengetahui jalur evakuasi, memastikan bangunan rumah aman secara struktur, hingga menyiapkan tas darurat bisa sangat membantu saat bencana terjadi. Edukasi dan kesadaran kolektif menjadi kunci agar dampak gempa di masa depan dapat ditekan seminimal mungkin.

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138