MataBerita – Journey of Lunar New Year menjadi konsep utama perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Tidak lagi terpusat pada satu panggung, rangkaian acara Imlek tahun ini dirancang sebagai perjalanan budaya lintas lokasi yang menggabungkan tradisi, hiburan, dan gaya hidup modern dalam satu pengalaman terpadu.
Program ini berlangsung sepanjang Februari 2026 dan tersebar di berbagai titik kawasan PIK. Pengunjung diajak menyusuri pusat kuliner, area tepi laut, ruang terbuka hijau, hingga pusat perbelanjaan yang dikurasi menjadi panggung perayaan tematik. Pendekatan tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman Imlek yang lebih interaktif, bukan sekadar tontonan seremonial.
PIK Tourism Board sebagai penggagas menekankan bahwa konsep Journey of Lunar New Year bertujuan menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata tematik berbasis budaya. Selain memperkaya atraksi pariwisata, program ini juga selaras dengan kampanye nasional yang mengangkat harmoni budaya dalam perayaan Imlek di Indonesia.
Konsep Journey of Lunar New Year: Imlek sebagai Perjalanan Budaya
Journey of Lunar New Year di PIK 2026 mengusung pendekatan berbeda dari perayaan Imlek pada umumnya. Alih-alih hanya menghadirkan panggung utama, pengunjung diajak bergerak dari satu titik ke titik lain untuk menikmati beragam atraksi.
Konsep ini memadukan unsur tradisi Tionghoa dengan ruang publik modern. Setiap area memiliki karakter acara tersendiri, mulai dari pertunjukan barongsai, liong, parade budaya, hingga instalasi visual tematik. Pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari pengalaman yang dirancang secara menyeluruh.
Selaras dengan Kampanye Imlek Nasional
Perayaan Imlek di PIK 2026 juga memiliki dimensi nasional. Program ini sejalan dengan kampanye Harmoni Imlek Nusantara yang menonjolkan akulturasi budaya Indonesia. Salah satu simbol yang diangkat adalah logo Imlek Nasional 2026 yang terinspirasi motif Kuda Lumping dengan sentuhan batik.
Simbol tersebut merepresentasikan energi kolektif, ketangguhan, dan keberagaman budaya. Di PIK, tema nasional ini diwujudkan melalui dekorasi kawasan, instalasi visual, serta materi promosi yang menonjolkan perpaduan budaya lokal dan Tionghoa.
Strategi PIK sebagai Destinasi Wisata Tematik
Head of Tourism Development Center Agung Sedayu Group, Fenny Maria, menyebut integrasi budaya dan pariwisata menjadi fondasi pengembangan kawasan PIK. Ia menilai perayaan tematik seperti Imlek dapat menjadi daya tarik wisata yang kuat jika dikemas dengan pendekatan kreatif.
Menurutnya, Journey of Lunar New Year dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang relevan dengan gaya hidup masa kini tanpa meninggalkan nilai tradisi. PIK diharapkan menjadi destinasi wisata tematik yang menawarkan pengalaman budaya sekaligus hiburan modern.
Fenny menegaskan bahwa pengalaman emosional pengunjung menjadi fokus utama. Pihak penyelenggara ingin setiap momen yang dihadirkan selama perayaan dapat meninggalkan kesan mendalam dan membawa harapan positif.
Jadwal dan Rangkaian Acara Imlek di PIK 2026
Rangkaian acara Journey of Lunar New Year dimulai sejak awal Februari dan berlangsung hampir satu bulan penuh. Berbagai pertunjukan budaya disebar di beberapa titik kawasan PIK.
Pekan Awal Februari
Pada 7 Februari, parade barongsai oleh Kong Ha Kong tampil di Tokyo Hub. Di hari yang sama hingga 8 Februari, pertunjukan liong dan dragon dance digelar di PIK Avenue. Pengunjung juga dapat bertemu karakter Cai Shen Ye yang identik dengan keberuntungan.
Memasuki 14 Februari, kemeriahan berlanjut dengan pertunjukan barongsai dan barongsai LED di Pantjoran PIK. Sementara itu, Central Market menghadirkan pertunjukan musik tradisional oriental dan permainan alat musik Guzheng. Aloha PIK menampilkan fashion show bertema Imlek serta acara tematik yang memadukan suasana Valentine dan Tahun Baru Tionghoa.
Pertengahan Februari hingga Puncak Acara
Pada 15 Februari, pertunjukan lion dance digelar di By The Sea dan atraksi liong di Land’s End. Sore harinya, pengunjung dapat menikmati barongsai dan liongsai yang dipadukan dengan hiburan musik di Sunset Pier.
Puncak acara berlangsung pada 16–17 Februari. Barongsai tonggak tampil di Pantjoran PIK, Batavia PIK, dan Land’s End. Malam harinya, kawasan Orange Groves menghadirkan barongsai LED serta pertunjukan kembang api. Sunset Pier juga diramaikan penampilan Koko Cici Jakarta All-Star.
Penutup Rangkaian Perayaan
Perayaan berlanjut pada 21–22 Februari dengan parade Wayang Potehi dan barongsai LED di Pantjoran PIK. Selain itu, Fu Lu Shou Parade digelar di East Coast dan PIK Icon. Rangkaian Journey of Lunar New Year ditutup pada 28 Februari dengan pertunjukan liong atau dragon dance di PIK Avenue.
Lebih dari Sekadar Pertunjukan Budaya
Selain pertunjukan tradisional, Journey of Lunar New Year juga menghadirkan berbagai program gaya hidup. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan musik, acara Sunset Beats, hingga paket kuliner tematik seperti Prosperity Imlek Buffet Dinner di hotel kawasan PIK.
Program menginap bertema Imlek juga ditawarkan oleh sejumlah hotel, memberikan pengalaman perayaan yang lebih lengkap. Pendekatan ini menunjukkan bahwa perayaan Imlek kini tidak hanya berkutat pada ritual budaya, tetapi juga menjadi bagian dari industri pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dampak bagi Pariwisata dan Ruang Publik
Kehadiran Journey of Lunar New Year di PIK mencerminkan tren baru dalam pengemasan perayaan budaya. Dengan memanfaatkan ruang publik modern, perayaan Imlek dapat menjangkau lebih banyak kalangan dan menjadi ajang wisata tematik.
Bagi sektor pariwisata, program ini berpotensi meningkatkan kunjungan dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Bagi masyarakat, perayaan ini menjadi ruang interaksi lintas budaya yang memperkuat nilai inklusivitas dan kebersamaan.
Penutup
Journey of Lunar New Year di PIK 2026 menghadirkan konsep perayaan Imlek yang lebih dinamis dan interaktif. Melalui rangkaian acara lintas destinasi, pengunjung diajak merasakan tradisi, hiburan, dan gaya hidup dalam satu perjalanan budaya yang utuh.
Dengan durasi hampir satu bulan, perayaan ini tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga bagian dari strategi pariwisata tematik. Integrasi tradisi dan ruang publik modern menunjukkan bahwa Imlek dapat dirayakan secara inklusif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.








