Kebakaran Mall Ciputra Cibubur Sempat Picu Kepanikan Pengunjung, Api Diduga dari Percikan Las Proyek ini Kronologinya

MataBerita – Kebakaran sempat terjadi di Mall Ciputra Cibubur pada Selasa (17/2/2026) siang dan memicu kepanikan pengunjung yang tengah beraktivitas di pusat perbelanjaan tersebut. Insiden

redaksi 2

MataBerita – Kebakaran sempat terjadi di Mall Ciputra Cibubur pada Selasa (17/2/2026) siang dan memicu kepanikan pengunjung yang tengah beraktivitas di pusat perbelanjaan tersebut. Insiden ini terjadi saat mal dalam kondisi cukup ramai karena bertepatan dengan momen libur Imlek 2026.

Meski api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat, kepulan asap dan proses evakuasi membuat suasana di dalam mal sempat tegang. Petugas pemadam kebakaran bergerak cepat setelah menerima laporan dan langsung melakukan penanganan di lokasi.

Berdasarkan informasi awal dari petugas, sumber api diduga berasal dari percikan las saat pengerjaan proyek di area mal. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, namun kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya pengawasan keselamatan kerja di area publik.

Kronologi Kebakaran di Mall Ciputra Cibubur

Insiden kebakaran terjadi di area dalam Mall Ciputra Cibubur pada Selasa siang sekitar pukul 13.41 WIB. Saat itu, pengunjung sedang memadati mal untuk berbelanja dan menikmati libur panjang.

Tim pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi menerima laporan kebakaran pada pukul 13.41 WIB. Dua unit mobil pemadam segera dikerahkan ke lokasi dan tiba sekitar pukul 13.52 WIB.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.22 WIB setelah petugas melakukan penyemprotan dan pengamanan area. Setelah api padam, petugas tetap berada di lokasi untuk melakukan proses pendinginan guna mencegah potensi munculnya api kembali.

Baca Juga:  Abraham Samad Bertemu Presiden Prabowo Bahas Penguatan KPK dan Strategi Pemberantasan Korupsi

Area yang Terdampak

Menurut hasil pemeriksaan sementara, luas area yang terbakar diperkirakan sekitar 8 x 6 meter. Kebakaran tidak meluas ke area lain di dalam mal sehingga kerusakan dapat dikendalikan dengan cepat.

Pengelola mal dan petugas keamanan langsung melakukan evakuasi pengunjung saat asap mulai terlihat. Proses evakuasi berjalan relatif tertib meski sempat menimbulkan kepanikan.

Dugaan Penyebab: Percikan Las Proyek

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Damkar setempat menyampaikan bahwa penyebab kebakaran diduga berasal dari percikan las yang mengenai material mudah terbakar di area proyek.

“Penyebab diduga percikan las. Luas yang terbakar sekitar 8×6 meter,” ujar pejabat Damkar saat dikonfirmasi pada hari kejadian.

Pengerjaan Proyek di Area Mal

Informasi sementara menyebutkan percikan api muncul saat pengerjaan proyek pemasangan atau perbaikan logo reklame di dalam area mal. Aktivitas pengelasan yang dilakukan tanpa pengamanan maksimal diduga memicu kebakaran kecil yang kemudian membesar.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan kerja, terutama saat proyek konstruksi atau renovasi dilakukan di area publik yang masih beroperasi.

Tidak Ada Korban Jiwa

Pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Seluruh pengunjung dan pekerja berhasil dievakuasi dengan cepat setelah alarm kebakaran dan pengamanan dilakukan.

Petugas Damkar juga melakukan penyisiran area untuk memastikan tidak ada titik api tersisa. Proses pendinginan dilakukan hingga kondisi benar-benar aman.

Respons Cepat Petugas

Kecepatan respons tim pemadam kebakaran dinilai menjadi faktor utama yang mencegah kebakaran meluas. Jarak waktu antara laporan diterima hingga pemadaman selesai relatif singkat, yakni kurang dari satu jam.

Selain itu, koordinasi antara petugas keamanan mal, manajemen, dan Damkar membantu mempercepat proses evakuasi dan penanganan.

Baca Juga:  Hasil Pertandingan Al Nassr vs Arkadag 1-0: Tanpa Ronaldo, Al Nassr Tetap ke Perempat Final

Imbauan Keselamatan di Area Publik

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi pengelola gedung dan kontraktor proyek untuk memperketat prosedur keselamatan kerja. Aktivitas seperti pengelasan di area publik harus disertai pengawasan ketat, alat pemadam ringan, serta sistem mitigasi kebakaran.

Pakar keselamatan kebakaran umumnya menekankan bahwa pekerjaan yang berpotensi memicu api sebaiknya dilakukan di luar jam operasional atau dengan pengamanan maksimal. Hal ini untuk meminimalkan risiko bagi pengunjung.

Pentingnya Standar K3

Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area proyek dalam gedung publik wajib diterapkan secara konsisten. Penggunaan alat pelindung, pengawasan petugas, dan penempatan alat pemadam kebakaran menjadi langkah pencegahan dasar yang tidak boleh diabaikan.

Pengelola pusat perbelanjaan biasanya juga diwajibkan memiliki prosedur evakuasi darurat yang jelas, termasuk jalur evakuasi, alarm kebakaran, serta pelatihan bagi karyawan.

Kondisi Terkini Mall

Setelah proses pendinginan selesai, situasi di dalam mal berangsur normal. Aktivitas operasional dilaporkan kembali berjalan dengan pengamanan tambahan di area terdampak.

Pihak pengelola mal bersama instansi terkait masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti dan mengevaluasi sistem keamanan. Hasil investigasi lengkap biasanya akan menjadi dasar perbaikan prosedur ke depan.

Peristiwa kebakaran ini memang tidak menimbulkan korban, namun tetap menjadi perhatian karena terjadi di pusat perbelanjaan yang ramai pengunjung. Kejadian serupa diharapkan dapat dicegah melalui pengawasan dan penerapan standar keselamatan yang lebih ketat.

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138