Tommy Soeharto Lepas Seluruh Kepemilikan Saham HITS, Nilainya Fantastis Rp 288,82 miliar dan Jadi Sorotan Pasar

MataBerita – Langkah mengejutkan datang dari Tommy Soeharto (Hutomo Mandala Putra). Salah satu pemegang saham PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) itu resmi melepas seluruh

redaksi 2

MataBerita – Langkah mengejutkan datang dari Tommy Soeharto (Hutomo Mandala Putra). Salah satu pemegang saham PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) itu resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di perusahaan pelayaran dan logistik tersebut. Aksi korporasi ini dilakukan pada 30 Januari 2026 dan langsung menarik perhatian pelaku pasar modal.

Transaksi penjualan saham ini bukan hanya karena melibatkan nama besar, tetapi juga karena nilainya yang signifikan. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), total nilai transaksi mencapai ratusan miliar rupiah dan sekaligus mengakhiri kepemilikan langsung Tommy Soeharto di HITS yang sebelumnya mencapai dua digit persen.

Di saat yang sama, kondisi pasar saham nasional justru sedang positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau, didukung mayoritas sektor yang menguat. Kombinasi antara aksi jual saham besar dan kondisi pasar yang solid membuat peristiwa ini layak dicermati lebih dalam.

Tommy Soeharto Lepas Seluruh Kepemilikan Saham HITS

Mengacu pada keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Tommy Soeharto menjual 738.692.651 saham HITS pada harga Rp 391 per saham. Transaksi tersebut dilakukan pada 30 Januari 2026.

Dengan harga tersebut, nilai penjualan saham mencapai sekitar Rp 288,82 miliar. Setelah transaksi ini, Tommy Soeharto tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk.

Dalam dokumen resmi BEI disebutkan bahwa tujuan transaksi adalah sebagai strategi investasi, dengan harga perolehan sesuai kesepakatan dan status kepemilikan langsung. Pernyataan ini menegaskan bahwa aksi korporasi tersebut merupakan keputusan bisnis, bukan akibat tekanan atau kondisi khusus tertentu.

Baca Juga:  Drama Paspor Gate di Liga Belanda: Pemain Naturalisasi Indonesia Terbebas dari Sanksi, Kok Bisa?

Sebelum transaksi, Tommy Soeharto tercatat memiliki 10,40 persen saham HITS, menjadikannya salah satu pemegang saham signifikan di perusahaan tersebut.

Penjualan Saham Juga Dilakukan PT Humpuss

Tak hanya Tommy Soeharto, pemegang saham lain yakni PT Humpuss juga melakukan aksi serupa di tanggal yang sama. Perusahaan tersebut melepas 3.401.023.343 saham HITS dengan harga Rp 152 per saham.

Nilai transaksi penjualan saham oleh PT Humpuss mencapai sekitar Rp 516,95 miliar. Dalam keterbukaan informasi BEI, dijelaskan bahwa langkah ini juga dilakukan sebagai bagian dari strategi investasi, dengan mekanisme dan status kepemilikan langsung yang sesuai ketentuan.

Jika digabungkan, total nilai transaksi penjualan saham dari dua pemegang saham utama ini menembus Rp 800 miliar, menjadikannya salah satu aksi divestasi terbesar di awal tahun 2026 untuk sektor transportasi dan logistik.

Respons Pasar dan Pergerakan IHSG

Menariknya, aksi divestasi ini terjadi saat kondisi pasar saham Indonesia sedang positif. Berdasarkan data perdagangan, IHSG pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa (3/2/2026) tercatat naik 1,57 persen ke level 8.047,22.

Indeks saham unggulan LQ45 juga menguat 1,44 persen ke posisi 817,85. Mayoritas indeks saham acuan berada di zona hijau, mencerminkan sentimen pasar yang relatif optimistis.

Sepanjang sesi tersebut, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.059,25 dan terendah di 7.712,34. Sebanyak 592 saham menguat, sementara 158 saham melemah dan 67 saham stagnan.

Dari sisi aktivitas perdagangan, tercatat 1.981.854 kali transaksi dengan volume mencapai 38,4 miliar saham. Nilai transaksi harian berada di kisaran Rp 17,7 triliun, dengan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di sekitar Rp 16.763.

Sektor Saham yang Menguat dan Melemah

Kinerja positif IHSG ditopang oleh hampir seluruh sektor saham. Sektor teknologi mencatat kenaikan tertinggi, melonjak 5,37 persen. Disusul sektor basic materials yang naik 4,91 persen, serta sektor industri yang menguat 3,27 persen.

Baca Juga:  Rekomendasi Saham Hari Ini 22 Desember 2025: IHSG Melemah, Ini Saham Pilihan Analis

Sektor energi juga mengalami kenaikan 2,7 persen, sementara sektor transportasi—yang relevan dengan HITS—naik 2,96 persen. Sektor properti bahkan meroket 2,72 persen.

Di sisi lain, hanya sektor infrastruktur yang tercatat melemah, turun 0,37 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelepasan saham HITS tidak serta-merta menekan sentimen pasar secara keseluruhan.

Riwayat Aksi Korporasi HITS Sebelumnya

Sebelum aksi penjualan saham oleh pemegang saham utama, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk juga sempat melakukan langkah restrukturisasi aset. Salah satunya adalah penjualan satu unit kapal oil tanker pada akhir 2024.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, HITS menjual kapal tanker bernama Griya Ambon senilai USD 2,97 juta atau setara sekitar Rp 47,3 miliar. Transaksi tersebut dilakukan pada 6 Desember 2024.

Penjelasan Manajemen HITS

Direktur Utama HITS, Andi Alifwansyah, menjelaskan bahwa penjualan kapal dilakukan oleh entitas anak usaha, PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). Menurut manajemen, langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelompokan segmen usaha pengangkutan minyak, sehingga pengelolaan aset bisa lebih fokus dan efisien.

Andi juga menyampaikan bahwa transaksi tersebut tergolong transaksi afiliasi, sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan. Namun, transaksi itu bukan termasuk transaksi material, karena nilainya tidak melebihi 20 persen dari ekuitas perseroan, mengacu pada laporan keuangan audit tahun buku 2023.

Analisis Singkat Dampak Divestasi

Pelepasan seluruh saham oleh Tommy Soeharto dan PT Humpuss menandai perubahan struktur kepemilikan HITS. Dari sudut pandang pasar, langkah ini bisa dibaca sebagai strategi penataan portofolio, bukan sinyal negatif terhadap kinerja perusahaan.

Selama fundamental perusahaan tetap terjaga dan operasional berjalan normal, pasar cenderung menilai aksi ini secara netral. Apalagi, kondisi IHSG yang menguat menunjukkan bahwa sentimen investor secara umum masih positif terhadap pasar saham Indonesia.

Ke depan, investor akan mencermati siapa pihak yang menyerap saham-saham tersebut dan bagaimana strategi bisnis HITS setelah perubahan kepemilikan ini.

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138