Wagub Banten Buka Suara soal Isu Tiket Konser K-Pop Rp40 Juta Pakai Uang Negara: Risya Justru Lebih Kaya dari Bapaknya

Wagub Banten Dimyati bantah isu tiket konser K-Pop Rp40 juta pakai APBN. Klarifikasi lengkap soal Risya Azzahra dan fakta menarik di baliknya.

Redaksi

Wagub Banten Buka Suara soal Isu Tiket Konser K-Pop Rp40 Juta Pakai Uang Negara: Risya Justru Lebih Kaya dari Bapaknya

Mata Berita – Media sosial kembali diramaikan oleh sebuah isu yang menyeret nama pejabat publik beserta keluarganya. Kali ini, giliran Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, yang harus angkat bicara setelah sebuah unggahan viral menuding putri bungsunya, Risya Azzahra Natakusumah, membeli tiket konser K-Pop senilai Rp40 juta menggunakan uang negara — baik APBD maupun APBN.

Tudingan semacam ini tentu bukan hal sepele. Di tengah sorotan publik terhadap perilaku pejabat dan keluarganya, isu penyalahgunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi bisa langsung membakar opini. Namun sebelum ikut terbawa arus, ada baiknya kita simak dulu klarifikasi langsung dari sang Wakil Gubernur — dan fakta-fakta menarik yang terungkap di baliknya.

Dimyati tak tampak gusar menghadapi pertanyaan wartawan soal isu ini. Dengan nada santai namun tegas, ia membantah seluruh tuduhan tersebut, bahkan melontarkan pernyataan yang justru mengundang perhatian: bahwa kekayaan putrinya sebagai pengusaha muda sudah melampaui sang ayah yang menjabat Wakil Gubernur. Seperti apa cerita lengkapnya?

Bantahan Tegas: Tidak Ada Sepeserpun Uang Negara untuk Konser

Saat dikonfirmasi oleh wartawan di Kota Serang, Dimyati dengan lugas mempertanyakan dasar dari isu yang beredar. Ia menyebut tudingan itu tidak memiliki bukti konkret dan cenderung menyesatkan publik. “Di APBN-nya di anggaran mana masuknya? Kalau simpang siur ya ngapain ditanggapin? Tanya tuh sama yang buat beritanya,” ujarnya kepada awak media.

Lebih jauh, Dimyati menjelaskan bahwa secara logika dan mekanisme birokrasi, mustahil seorang pejabat pemerintah bisa menggunakan anggaran negara untuk membiayai kebutuhan pribadi keluarganya — apalagi sekadar membeli tiket konser. “Engga bener, pakai APBD saja engga mungkin apalagi APBN, secara logika kalau saya di pemerintah pusat juga engga mungkin membiayai anaknya konser,” tegasnya.

Baca Juga:  Bacaan Doa 1 Rajab Arab dan Artinya Lengkap, Amalan Awal Bulan Mulia

Pernyataan ini memang masuk akal. Penggunaan APBD maupun APBN tunduk pada mekanisme perencanaan, penganggaran, dan pertanggungjawaban yang ketat. Tidak ada pos anggaran bernama “tiket konser anak pejabat” dalam struktur belanja negara mana pun. Jadi secara prosedural, klaim tersebut memang sulit dibuktikan kebenarannya.

Soal Hobi Konser, Dimyati: Asal Pakai Duit Sendiri, Silakan

Meski membantah keras tuduhan itu, Dimyati tidak lantas melarang putrinya untuk menikmati hobi menonton konser. Ia justru bersikap terbuka dan tidak mempermasalahkan kegemaran Risya — selama tidak menyentuh uang negara. “Tapi kalau anak saya suka nonton konser, biarin. Mungkin itu hobinya, asal pakai duit sendiri,” ungkapnya dengan ringan.

Sikap ini mencerminkan pandangan yang lumrah di kalangan orang tua modern: selama anak sudah dewasa, mandiri, dan menggunakan penghasilannya sendiri, pilihan hiburan adalah hak pribadi. Menonton konser K-Pop memang bukan hal murah — tiket premium untuk konser artis ternama bisa mencapai puluhan juta rupiah. Namun jika itu memang uang pribadi sang anak, tentu bukan urusan siapa pun untuk ikut campur.

Tiga Anak Dimyati: Semua Mandiri dan Sudah Punya Kehidupan Sendiri

Dalam kesempatan itu, Dimyati juga sedikit bercerita tentang ketiga anaknya yang disebutnya telah hidup mandiri. Ini menarik untuk disimak, karena justru di sinilah potret keluarga pejabat yang berbeda dari ekspektasi banyak orang mulai terlihat.

Rizka Amalia: Menetap di Korea Selatan bersama Suami

Anak sulung Dimyati, Rizka Amalia Ramadhani Natakusumah, saat ini tinggal di Korea Selatan bersama suaminya. Dimyati menyebut Rizka sudah mandiri sepenuhnya di sana. Menariknya, jika benar Risya adalah penggemar K-Pop yang rela merogoh kocek dalam untuk menonton konser, mungkin ada pengaruh sang kakak yang sudah lebih dulu akrab dengan budaya Korea.

Rizki Aulia Rahman: Anggota DPR RI yang Menikahi Beby Tsabina

Anak kedua, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, adalah nama yang cukup dikenal publik. Ia menjabat sebagai anggota DPR RI dan dikenal luas setelah menikahi aktris sekaligus model Beby Tsabina. Pernikahannya cukup menyita perhatian media hiburan tanah air, menjadikan keluarga Dimyati semakin dikenal di berbagai kalangan.

Baca Juga:  Rapat Keraton Surakarta Mengukuhkan KGPH Hangabehi sebagai Calon Raja

Risya Azzahra: Si Bungsu yang Diklaim Lebih Kaya dari Sang Ayah

Nah, yang paling menarik tentu saja pernyataan Dimyati soal Risya Azzahra — sang bungsu yang menjadi pusat dari isu viral ini. Menurut sang ayah, Risya bukan sekadar anak pejabat yang bergantung pada orang tua. Ia disebut telah menjadi pengusaha sukses dengan kekayaan yang — menurut Dimyati sendiri — bahkan melebihi sang ayah. “Duitnya banyak, kalah bapaknya dibandingkan anaknya, anaknya sering bantu bapaknya, malah bukan bapaknya bantu anaknya,” ungkap Dimyati terus terang.

Pernyataan ini jelas membantah narasi bahwa Risya perlu mengandalkan anggaran negara untuk membiayai hobinya. Jika benar ia seorang pengusaha yang sudah menghasilkan lebih dari orang tuanya, membeli tiket konser Rp40 juta bukanlah hal yang memerlukan “bantuan APBN”.

Isu Viral yang Justru Mendatangkan Berkah Popularitas

Alih-alih marah atau cemas menghadapi isu yang beredar, Dimyati merespons dengan nada yang cenderung humoris dan optimistis. Ia menyebut viralnya nama Risya di media sosial justru membawa dampak positif berupa peningkatan popularitas. Dan dengan candaan khas seorang ayah, ia bahkan menyematkan harapan personal di ujung pernyataannya: “Ini hanya menaikkan popularitas Risya saja, mudah-mudahan Risyanya dapat jodoh.”

Respons seperti ini memang bisa dibaca dengan dua cara. Di satu sisi, ini menunjukkan bahwa Dimyati tidak merasa terancam secara serius oleh isu tersebut karena ia yakin tuduhan itu tak berdasar. Di sisi lain, gaya komunikasi yang santai dan humoris dalam merespons isu panas justru kerap lebih efektif dalam meredam ketegangan publik dibanding respons yang defensif.

Pelajaran dari Kasus Ini: Jangan Mudah Termakan Isu Tanpa Bukti

Kasus ini mengingatkan kita pada pentingnya literasi digital dan verifikasi informasi sebelum menyebarkan konten di media sosial. Isu yang beredar soal “tiket konser pakai APBN” terdengar provokatif dan mudah memancing emosi — tapi tanpa bukti konkret berupa dokumen anggaran, nomor rekening, atau transaksi yang bisa diverifikasi, isu semacam itu tetaplah sebatas klaim.

Bukan berarti pejabat publik harus bebas dari pengawasan. Justru sebaliknya — transparansi dan akuntabilitas adalah hal yang mutlak. Namun pengawasan yang baik harus berbasis fakta dan data, bukan sekadar unggahan anonim yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kasus Wagub Banten Dimyati dan putrinya Risya adalah pengingat bahwa di era media sosial, sebuah kabar bisa viral dalam hitungan jam — dan dampaknya terhadap nama baik seseorang bisa sangat nyata, bahkan sebelum kebenarannya sempat diverifikasi. Sebelum ikut membagikan atau menghakimi, ada baiknya kita tanya dulu: apakah ada buktinya? Karena keadilan dimulai dari kebiasaan kita dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi.

Ikuti Kami di Google News

Related Post

sbobet88

slot88

supervegas88

supervegas88