MataBerita – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah AS dan Israel serang Iran dalam operasi militer terkoordinasi pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Serangan ini langsung memicu kekhawatiran global, terutama di pasar energi dan keamanan kawasan.
Gelombang serangan tersebut dilaporkan menyasar sejumlah wilayah strategis, termasuk ibu kota Teheran. Langkah ini disebut sebagai eskalasi paling signifikan dalam konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Dampaknya bukan hanya dirasakan secara militer. Pasar minyak dunia bereaksi cepat. Investor bersiap menghadapi potensi lonjakan harga minyak mentah akibat meningkatnya risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Kronologi AS dan Israel Serang Iran
Operasi militer gabungan ini dikonfirmasi oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menyebutnya sebagai “serangan pendahuluan” atau preemptive strike. Pemerintah Israel juga langsung menetapkan status darurat nasional sebagai langkah antisipatif terhadap potensi serangan balasan.
Di sisi lain, pejabat Amerika Serikat menggambarkan operasi tersebut sebagai aksi berskala besar. Serangan dilaporkan melibatkan pesawat tempur yang diterbangkan dari pangkalan militer regional serta dukungan kapal induk Angkatan Laut AS.
Wilayah yang Dilaporkan Terdampak
Sejumlah ledakan dilaporkan terjadi di beberapa kota penting Iran, antara lain:
- Teheran
- Isfahan
- Qom
- Karaj
Saksi mata di Teheran menyebutkan terlihat kepulan asap tebal dari beberapa distrik yang diketahui menjadi lokasi gedung pemerintahan dan fasilitas strategis.
Hingga saat ini, otoritas Iran belum merilis angka resmi korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.
Alasan di Balik Serangan
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut program nuklir Iran sebagai salah satu alasan utama dilakukannya operasi militer tersebut. Selain itu, ia juga menyinggung situasi hak asasi manusia di Iran.
Dalam pernyataan resminya, pemerintah AS menilai perkembangan program nuklir Iran telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Washington juga mengkritik keras tindakan aparat keamanan Iran terhadap demonstran dalam beberapa bulan terakhir.
Kelompok hak asasi manusia internasional memperkirakan lebih dari 5.000 demonstran tewas dalam tindakan represif pemerintah Iran sejak gelombang protes meluas. Angka tersebut belum diverifikasi secara independen oleh lembaga internasional.
Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik
Salah satu dampak paling cepat terasa adalah di sektor energi. Mengutip laporan dari Oilprice.com, harga minyak mentah global sudah mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Pada Jumat (27/2/2026), harga minyak mentah dilaporkan naik lebih dari 2 persen setelah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss tidak menghasilkan kemajuan berarti.
Mengapa Pasar Energi Sensitif?
Iran merupakan salah satu produsen minyak utama dunia dan memiliki posisi strategis di Selat Hormuz — jalur vital distribusi energi global. Setiap gangguan militer di kawasan tersebut berpotensi:
- Menghambat distribusi minyak
- Meningkatkan premi risiko geopolitik
- Mendorong spekulasi pasar
- Mengganggu stabilitas rantai pasok global
Analis energi menilai, jika konflik berkembang menjadi perang terbuka atau Iran melakukan pembalasan yang memengaruhi jalur pelayaran, harga minyak bisa melonjak signifikan dalam waktu singkat.
Situasi Domestik Iran yang Memanas
Serangan terjadi di tengah kondisi dalam negeri Iran yang dilaporkan sedang tidak stabil. Gelombang demonstrasi besar dalam beberapa bulan terakhir memicu tindakan keras aparat keamanan.
Beberapa organisasi hak asasi manusia internasional menilai situasi internal Iran telah mencapai titik kritis. Tekanan domestik ini disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang memperumit respons Teheran terhadap serangan eksternal.
Meski demikian, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah balasan atau strategi militer selanjutnya.
Dampak Global dan Risiko Eskalasi
Eskalasi konflik ini berpotensi memperluas ketegangan di Timur Tengah. Negara-negara sekutu di kawasan kemungkinan akan meningkatkan kewaspadaan militernya.
Dari sisi ekonomi global, dampaknya bisa terasa pada:
- Harga energi
- Inflasi global
- Pasar saham internasional
- Stabilitas nilai tukar
Investor cenderung mengalihkan aset ke instrumen yang dianggap aman seperti emas dan dolar AS saat risiko geopolitik meningkat.
Pengamat hubungan internasional menilai, langkah selanjutnya dari Iran akan menjadi kunci arah konflik. Jika terjadi serangan balasan besar, maka risiko konflik regional yang lebih luas akan semakin terbuka.
Kesimpulan
Aksi AS dan Israel serang Iran menandai babak baru dalam ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah. Selain dampak militer dan politik, efek ekonominya sudah mulai terasa melalui lonjakan harga minyak dunia.
Perkembangan situasi dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan arah konflik dan stabilitas pasar global. Dunia kini menunggu respons resmi Iran serta langkah lanjutan dari Washington dan Tel Aviv.








