Rekomendasi Saham Hari Ini 24 Desember 2025: IHSG Melemah, Peluang Masih Terbuka

MataBerita – Pembukaan perdagangan saham menjelang akhir tahun kembali diwarnai tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 23 Desember 2025, harus mengakhiri sesi di

Redaksi

Rekomendasi Saham Hari Ini 24 Desember 2025
Rekomendasi Saham Hari Ini 24 Desember 2025

MataBerita – Pembukaan perdagangan saham menjelang akhir tahun kembali diwarnai tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 23 Desember 2025, harus mengakhiri sesi di zona merah setelah sentimen global dan domestik saling tarik-menarik, membuat pelaku pasar cenderung menahan laju transaksi.

Meski IHSG terkoreksi, kondisi ini tidak sepenuhnya menutup peluang. Bagi investor jangka pendek maupun trader aktif, fase pelemahan justru sering dimanfaatkan untuk mencermati saham-saham tertentu yang secara teknikal masih menyimpan potensi penguatan.

Lalu, bagaimana prospek pasar hari ini? Dan saham apa saja yang layak diperhatikan? Berikut ulasan lengkap Rekomendasi Saham Hari Ini 24 Desember 2025 dengan pendekatan data, teknikal, serta sentimen terkini.

IHSG Terkoreksi, Tekanan Jual Masih Terasa

IHSG tercatat melemah 0,71 persen atau turun sekitar 61 poin ke level 8.584,78. Pelemahan ini menunjukkan dominasi aksi jual masih cukup kuat, seiring investor mencerna berbagai sentimen yang berkembang di dalam dan luar negeri.

Secara teknikal, koreksi ini membuka peluang lanjutan pelemahan jangka pendek. Namun, selama IHSG masih bertahan di atas area support psikologis, potensi rebound tetap terbuka, terutama menjelang libur akhir tahun yang biasanya dibarengi penyesuaian portofolio.

Baca Juga:  Harga Emas 22 Karat Hari Ini 10 November 2025 Stabil, Termurah Rp1.653.000 Per Gram

Sentimen Global: Data Ekonomi AS vs Ketidakpastian Kebijakan

Pertumbuhan Ekonomi AS Jadi Sorotan

Dari eksternal, pelaku pasar global menyoroti rilis data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat kuartal III-2025 yang mencapai 4,3 persen. Capaian tersebut didukung oleh peningkatan konsumsi masyarakat, ekspor, dan belanja pemerintah.

Di satu sisi, data ini mencerminkan ekonomi AS yang solid. Namun di sisi lain, kondisi tersebut memicu spekulasi lanjutan terkait arah kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve.

Investor Masih Bersikap Hati-Hati

Ekspektasi kebijakan lanjutan The Fed berpotensi memengaruhi arus modal global. Investor cenderung lebih selektif, terutama di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Sentimen inilah yang turut menekan pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Sentimen Domestik: Kredit Investasi & Kebijakan Perdagangan

Kredit Investasi Tumbuh Positif

Dari dalam negeri, kabar positif datang dari pertumbuhan kredit investasi yang meningkat 17,8 persen secara tahunan hingga November 2025. Data ini mencerminkan aktivitas bisnis dan ekspansi dunia usaha yang masih berjalan, meski di tengah dinamika global.

Menurut pernyataan resmi Bank Indonesia, pertumbuhan kredit investasi menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi domestik masih terjaga, meskipun risiko eksternal perlu terus diantisipasi.

Pengecualian Tarif AS untuk Produk Unggulan RI

Selain itu, Indonesia memperoleh pengecualian tarif khusus dari Amerika Serikat untuk sejumlah produk ekspor unggulan seperti kelapa sawit, kopi, kakao, dan teh. Kebijakan ini berpotensi mendukung kinerja sektor komoditas dalam jangka menengah.

Namun, kebijakan tersebut disertai syarat pembukaan akses mineral kritis bagi AS. Dampaknya terhadap sektor strategis nasional masih akan menjadi perhatian investor dalam beberapa waktu ke depan.

Pergerakan IHSG Masih Fluktuatif

Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan masih fluktuatif. Investor disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko, terutama bagi yang berorientasi jangka pendek.

Baca Juga:  Ramai Pengguna Stockbit Kaget Ditagih Biaya Tambahan Akses Data Pasar, Ini Penjelasan Lengkapnya

Di tengah kondisi ini, saham dengan struktur teknikal yang relatif kuat masih layak untuk dicermati sebagai peluang trading.

Rekomendasi Saham Hari Ini 24 Desember 2025

BRMS (Buy)

Closing Price: 1.155
Target Price: 1.295 – 1.335
Stop Loss: < 1.055

BRMS berhasil menguji area support MA5 dan MA20 di kisaran 1.060–1.140. Munculnya stochastic golden cross menjadi indikasi awal terbentuknya momentum bullish.

Selama harga mampu bertahan di atas 1.055, BRMS berpeluang melanjutkan penguatan menuju area resistance 1.295–1.335.

TINS (Buy)

Closing Price: 3.280
Target Price: 3.560 – 3.740
Stop Loss: < 3.160

TINS kembali menguji area support MA5 dan MA20 yang berdekatan dengan lower channel di rentang 3.180–3.340. Indikator stochastic berpotensi membentuk golden cross yang membuka peluang kelanjutan tren naik.

Jika harga bertahan di atas 3.160, TINS berpotensi menguat menuju 3.560–3.740, dengan target lanjutan di area 3.900–4.090.

MBMA (Buy)

Closing Price: 560
Target Price: 590 – 605
Stop Loss: < 498

MBMA tengah menguji support kuat di area 500–545. Sinyal bullish divergence serta stochastic golden cross di area oversold mengindikasikan potensi rebound jangka pendek.

Selama harga tidak menembus 498, MBMA berpeluang menguat menuju area 590–605.

Tabel Rekomendasi Saham Hari Ini

Nama Saham: BRMS
Closing Price: 1.155
Target Price: 1.295 – 1.335
Stop Loss: < 1.055

Nama Saham: TINS
Closing Price: 3.280
Target Price: 3.560 – 3.740
Stop Loss: < 3.160

Nama Saham: MBMA
Closing Price: 560
Target Price: 590 – 605
Stop Loss: < 498

Strategi Investor di Tengah Pasar Fluktuatif

Kondisi pasar yang masih bergejolak menuntut kehati-hatian ekstra. Investor disarankan menerapkan stop loss secara disiplin, fokus pada saham dengan likuiditas baik, menghindari overtrading, serta menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing.

Volatilitas pasar dapat menjadi peluang jika disikapi dengan perencanaan matang dan disiplin pengelolaan risiko.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruh keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138