Kenapa Hotman Paris Nekat Kerja Padahal Dokter Sudah Melarang Keras?

Hotman Paris mundur dari kasus Febrie Adriansyah karena kondisi kesehatannya memburuk. Simak cerita lengkap di balik keputusan mengejutkan sang pengacara kondang ini.

Redaksi

Kenapa Hotman Paris Nekat Kerja Padahal Dokter Sudah Melarang Keras?

Mata Berita – Ada yang bilang, pengacara kondang itu tak pernah benar-benar bisa istirahat. Klien menelepon, sidang tak bisa ditunda, dan nama besar selalu menjadi taruhan. Tapi bagaimana kalau tubuh sendiri yang mengibarkan bendera putih, sementara jadwal kerja tak mau berhenti? Itulah dilema yang tengah dihadapi Hotman Paris Hutapea — salah satu pengacara paling sohor di Indonesia — dalam beberapa pekan terakhir.

Nama Hotman Paris kembali menjadi perbincangan publik setelah ia mengumumkan mundur sebagai pengacara mantan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Keputusan itu mengejutkan banyak pihak, mengingat kasus yang menimpa Febrie — korupsi dan pencucian uang terkait PT Asabri — adalah perkara besar yang mengundang sorotan nasional. Namun di balik keputusan mundur itu, ada cerita yang jauh lebih personal dan mengharukan dari sekadar dinamika hukum.

Hotman, yang dikenal nyaris tak pernah absen dari panggung hukum Indonesia, ternyata sedang berjuang melawan rasa sakit yang sudah menggerogotinya sejak berbulan-bulan lalu. Dokter-dokternya sudah berkali-kali memperingatkan: hentikan semua pekerjaan dan istirahat total. Tapi Hotman, dengan segala kebandelannya yang sudah melegenda, tetap memaksakan diri — hingga tubuhnya akhirnya tak bisa dikompromikan lagi.

Sakit Punggung yang Diabaikan, Lalu Makin Parah

Cerita ini dimulai sejak bulan Mei 2026. Hotman mulai merasakan nyeri di punggungnya — bukan nyeri biasa yang bisa hilang dengan tidur semalaman. Sebagai orang yang terbiasa aktif bergerak, tampil di depan kamera, dan bolak-balik ke berbagai persidangan, tentu rasa sakit seperti itu sangat mengganggu. Tapi Hotman mencoba mengatasi dengan cara yang lebih “ringan” dulu.

Ia sempat menjalani terapi akupuntur di rumah pijat kawasan Kelapa Gading dan sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan. Bagi sebagian orang, akupuntur memang bisa menjadi solusi ampuh untuk nyeri punggung. Namun pada kasus Hotman, kondisinya justru makin memburuk dari waktu ke waktu. Rasa sakitnya bukan berkurang — malah semakin menjadi-jadi.

Pada akhirnya, Hotman harus menghadapi sesuatu yang selama ini ia takuti: ruang operasi dan jarum suntik. Bagi orang yang tampak tak kenal takut di depan hakim maupun kamera televisi, mengakui ketakutan pada jarum suntik adalah momen yang cukup mengungkap sisi manusiawi seorang Hotman Paris.

Baca Juga:  Lisa BLACKPINK Syuting Film Extraction: Tygo di Indonesia, Polisi Pastikan Izin Lengkap dan Rekayasa Lalu Lintas

Operasi di Singapura, Kabur Lebih Cepat dari Jadwal

Pada 9 Juli 2026 — dua hari sebelum Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka — Hotman menjalani operasi di Singapura dengan bius total. Menurut rencana medis, ia seharusnya menjalani opname selama empat malam untuk pemulihan yang optimal. Tapi siapa yang bisa menghentikan Hotman Paris?

“Harusnya empat malam opname, tapi seperti biasa aku raja bandel, baru dua malam aku kabur ke Hilton Hotel di Singapura, padahal dokter-dokternya marah, enggak boleh,” tuturnya dengan nada khas yang setengah bangga, setengah bercanda.

Julukan “raja bandel” itu bukan tanpa alasan. Baru dua malam pasca operasi besar dengan bius total, Hotman sudah check out dari rumah sakit dan pindah ke hotel — sebuah keputusan yang jelas membuat para dokternya geleng-geleng kepala. Namun bagi Hotman, tampaknya ada hal yang lebih besar yang menariknya kembali ke Indonesia: kliennya yang butuh bantuan.

Nekat Dampingi Febrie di Kejaksaan Agung

Hanya seminggu setelah operasi besar itu, tepatnya pada 17 Juli 2026, Hotman sudah muncul di Kejaksaan Agung. Ia hadir untuk mendampingi Febrie Adriansyah dalam pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus korupsi dan pencucian uang PT Asabri. Pemandangan itu cukup mengundang decak kagum sekaligus kekhawatiran — seorang pengacara yang baru seminggu lalu dioperasi, sudah berdiri gagah di depan gedung Kejaksaan.

Namun tubuh manusia punya batasnya sendiri. Dua hari kemudian, pada 19 Juli 2026, rasa sakit itu kambuh lagi. Hotman harus kembali ke Rumah Sakit Medistra di Jakarta untuk meminta obat penghilang rasa sakit. Kondisinya yang memburuk ini menjadi sinyal keras bahwa ia tidak bisa terus-terusan mengabaikan perintah dokter.

Keputusan Mundur yang Berat

Selasa, 21 Juli 2026, menjadi titik balik. Hotman Paris resmi menyatakan mundur sebagai pengacara Febrie Adriansyah. Keputusan ini bukan tanpa drama — Febrie sendiri meminta Hotman untuk menunda keputusan tersebut. Permintaan yang sangat manusiawi dari seorang klien yang tengah menghadapi kasus sebesar itu.

Namun Hotman tegas. Kondisi kesehatannya tidak memungkinkan adanya penundaan lebih lanjut dalam pengobatan. Dokter-dokternya di Singapura sudah terang-terangan marah dan mempertanyakan mengapa ia masih bekerja.

“Tapi kalau begini gua enggak bisa lagi, karena dokter Singapura pun sudah marah-marah gitu loh, ‘Why you work?’ gitu loh,” ujar Hotman saat ditemui di Rumah Sakit Medistra, Kamis 23 Juli 2026.

Baca Juga:  Bumi Serpong Damai (BSDE): Lampaui Target, Catat Marketing Sales Rp 10,04 Triliun Sepanjang 2025 dan Untung Banyak

Pertanyaan sederhana dari sang dokter — “Why you work?” — agaknya menjadi tamparan yang akhirnya benar-benar menyadarkan Hotman bahwa kali ini ia harus memprioritaskan dirinya sendiri.

Terbang ke Singapura, Lanjutkan Perawatan

Setelah mengumumkan keputusannya mundur, Hotman bersiap terbang kembali ke Singapura pada dini hari untuk melanjutkan perawatan intensif. Kondisinya yang memburuk selama empat hari terakhir menjadi alasan kuat mengapa perawatan tidak bisa ditunda lagi.

Sementara itu, penanganan kasus Febrie Adriansyah tidak terbengkalai. Hotman memastikan bahwa tim pengacara lain sudah siap meneruskan pendampingan hukum. Nama yang disebut adalah Massagus Farizi, seorang pensiunan jaksa senior yang juga pernah bekerja sama dengan Hotman dan bahkan pernah menjadi anak buahnya.

“Kan ada pengacaranya Pak Farizi, ada. Itu pensiunan jaksa senior itu. Tapi memang dulu pernah kerja sama gue juga, pernah anak buah saya. Dan ada tim lain,” ungkap Hotman, memastikan bahwa transisi ini dilakukan dengan terukur.

Kasus Febrie Adriansyah: Sekilas Latar Belakang

Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka pada 11 Juli 2026 dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang melibatkan PT Asabri — perusahaan asuransi sosial yang pernah menjadi sorotan besar dalam kasus kerugian negara senilai triliunan rupiah. Sebagai mantan pejabat tinggi di Kejaksaan Agung, penetapan Febrie sebagai tersangka tentu menjadi berita yang mengguncang dunia hukum Indonesia.

Hadirnya Hotman Paris sebagai pengacara Febrie sempat menarik perhatian luas, mengingat reputasi Hotman yang identik dengan penanganan perkara-perkara kontroversial tingkat tinggi. Mundurnya Hotman kini membuat publik bertanya-tanya: bagaimana kelanjutan pembelaan hukum Febrie ke depannya?

Pelajaran dari Kisah Hotman: Kesehatan di Atas Segalanya

Di balik semua drama hukum ini, ada pesan sederhana namun kuat yang bisa kita ambil. Hotman Paris — dengan segala pencapaian, ketenaran, dan dedikasinya terhadap profesi — akhirnya harus mengakui bahwa ada hal yang lebih penting dari klien, dari kasus, dan dari sorotan kamera: kesehatan dirinya sendiri.

Banyak dari kita mungkin terjebak dalam pola yang sama: memaksakan diri bekerja saat tubuh sudah memberi sinyal bahwa ia butuh istirahat. Hotman, dengan segala “kebandelannya”, justru menjadi cermin yang sangat manusiawi bagi kita semua. Dokter bilang istirahat, kita bilang “sebentar lagi.” Dokter bilang jangan kerja, kita bilang “tanggung.”

Tapi ada saatnya tubuh yang menentukan, bukan kita. Dan itulah yang akhirnya terjadi pada Hotman Paris. Semoga pemulihannya berjalan lancar di Singapura — dan kali ini, semoga ia benar-benar mendengarkan kata dokternya. Bagaimana menurutmu: apakah ada batas antara dedikasi profesional dan mengabaikan kesehatan diri sendiri?

Ikuti Kami di Google News

Related Post

rajadewa138